• KANAL BERITA

Pengawasan Dana BOS Memang Sepatutnya Diperketat

Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mengingat bahwa dana pendidikan di Indonesia yang dikucurkan sangat besar, yaitu 20 persen dari total APBN di Indonesia, pengawasan Dana BOS memang sepatutnya diperketat. Sesuai dengan tujuan Dana BOS yakni meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan, pengawasan yang menyeluruh harus dilakukan agar dana tersebut digunakan sebagaimana mestinya.

Selain itu, upaya pengawasan Dana BOS ini juga dapat dipandang sebagai usaha pemerintah meningkatkan peran manajemen sekolah dalam mengelola anggaran. Diharapkan, sekolah dapat lebih bertanggung jawab dan berhati-hati dalam mengelola BOS.

“Yang tidak kalah penting meningkatkan koordinasi dan pembagian otoritas yang jelas dari tiap lembaga yang bertugas untuk mengawasi Dana BOS agar tercipta sinkronisasi. Hal ini penting mengingat bahwa banyaknya pihak yang melakukan pengawasan tidak serta merta menurunkan tingkat penyelewengan dana BOS,” kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra.

Selain peran lembaga negara, harus ada desakan kepada tiap-tiap sekolah yang menerima Dana BOS untuk meningkatkan transparansi penggunaan dana. Sumber kerawanan utama penggunaan Dana BOS adalah untuk menggaji guru honorer.

Ke depannya, guru honorer akan mendapatkan gaji dari Dana Alokasi Umum (DAU), oleh karena itu sosialisasi penggunaan Dana BOS periode mendatang harus makin ditingkatkan agar tidak ada sekolah yang menggunakan dana BOS untuk menggaji guru honorer.

"Jika perlu, sebaiknya setiap sekolah wajib mengumumkan penggunaan Dana BOS dan ditempel di papan pengumuman sekolah. Orang tua pun perlu diedukasi bahwa mereka merupakan pihak yang berhak untuk mengetahui penggunaan Dana BOS di sekolah anak mereka," kata Nadia.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)