• KANAL BERITA

Mbah Moen Dihormati Semua Kalangan

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com – Ulama KH Maimoen Zubair semasa hidupnya sangat dihormati dan berpengaruh bagi semua orang. Dia tidak hanya menjadi ulama milik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan NU saja. Mbah Moen tidak hanya mendapat tempat di kalangan warga muslim di Indonesia, namun juga mendapat tempat di hati warga non muslim.

“Semakin jelas bahwa KH Maimoen Zubair adalah sosok ulama besar yang menembus batas primordial,” kata Masruhan di sela-sela mengenang 40 hari meninggalnya Mbah Maimoen di Hotel Candi Semarang, Jumat (11/9) malam lalu. Mengenang 40 hari meninggalnya KH Maimoen Zubair diisi dengan pembacaan tahlil yang diikuti oleh ratusan orang baik dari kalangan DPW PPP Jawa Tengah dan masyarakat umum.  

Menurut Masruhan, memang wajar kalau banyak orang termasuk dari kelompok non muslim sangat menghormati Mbah Maimoen. Karena Mbah Moen tidak hanya mengajarkan tata cara beribadah untuk umat Islam saja, namun juga telah mengajarkan cara hidup bermasyarakat.

“Beliau telah mengajarkan cara-cara  bagaimana hidup rukun dalam satu negara Indonesia,” tambah ketua Fraksi PPP DPRD Jateng ini.

Menurut Masruhan, hampir di setiap kesempatan Mbah Moen menekankan akan pentingnya menjadi warga negara yang baik dengan berpegang pada dasar negara. Karena itu, dia juga sangat dihormati oleh penganut agama di luar Islam juga.

“Saya berpendapat bahwa beliau bisa kita sebut sebagai ulama sekaligus negarawan,” terangnya.

Masruhan menambahkan, pernah suatu ketika seorang politisi dari Jakarta datang ke Sarang Rembang menghadap Mbah Moen. Politisi tersebut  dalam perjalanan pulang menyatakan, bahwa dirinya mendapat informasi yang orisinil tentang wawasan kebangsaan di mana pemikiran tersebut sepertinya tidak pernah didengar dari para pakar pada umumnya.

Pengakuan seorang politisi yang lingkungan pergaulannya jauh dari ulama dan pesantren tersebut bisa dimaklumi. Mbah Moen banyak memberikan informasi tentang perjuangan para ulama NU dalam mewujudkan kemerdekaan RI dan dalam membangun faksafat dan dasar negara.

“Saya yakin pemikiran Mbah Moen tentang wawasan kebangsaan dan kenegaraan akan terus menginspirasi, tidak saja untuk kalangan santri justru lebih-lebih untuk kalangan lain yang jauh dari lingkaran santri,” tutur Masruhan Samsurie.


(Puthut Ami Luhur/CN39/SM Network)