• KANAL BERITA

Temuan Gading Gajah Purba Semakin Menarik bagi Sejumlah Kalangan

GADING GAJAH : Para calon duta wisata Blora 2019 bersama pimpinan Dinporabudpar Blora mengamati gading gajah purba yang hendak disimpan di Rumah Artefak di kawasan GOR Mustika. (suaramerdeka.com / Abdul Muiz)
GADING GAJAH : Para calon duta wisata Blora 2019 bersama pimpinan Dinporabudpar Blora mengamati gading gajah purba yang hendak disimpan di Rumah Artefak di kawasan GOR Mustika. (suaramerdeka.com / Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Penemuan gading gajah purba di Desa Ketuwan, Kecamatan Kedungtubang, Blora, semakin menarik bagi sejumlah kalangan. Temuan terbaru ini menguatkan dugaan daerah aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo menyimpan potensi kepurbakalaan sangat besar.

Gading gajah purba berukuran sekitar satu meter tersebut ditemukan di pinggiran Sungai Bengawan Solo, Kamis (5/9). Gading gajah itu telah diserahkan ke Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) dan disimpang di rumah Artefak di kawasan GOR Mustika Blora.

‘’Sukarelawan pecinta kepurbakalaan menyerahkan temuan gading gajah tersebut kepada kami. Tentu kami berikan apresiasi tinggi kepada mereka karena turut peduli dan melestarikan benda-benda kepurbakalaan,’’  ujar Kepala Dinporabudpar Blora Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang Kebudayaan M Solichan Mokhtar, Jumat (13/9).

Gading gajah itu kali pertama ditemukan oleh para penggali pasir di pinggir Sungai Bengawan Solo di Desa Ketuwan. Setelah diangkat, gading tersebut patah dan dibiarkan tergeletak. Dwi Purwato, salah seorang warga, kemudian mengamankan dan menyerahkan ke Dinporabudpar Blora yang diterima M Syaikhodin, Kamis (12/9). ‘’Kami akan tindak lanjuti temuan itu dengan turun ke lapangan. Termasuk pula berkoordinasi dengan pihak yang berkompeten,’’ kata Solichan, mantan Sekretaris Kecamatan Jiken.

Dia mengungkapkan, pada 2009 ditemukan fosil gajah raksasa purba di Blora di Dusun Sunggun, Desa Mendalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora yang merupakan salah satu temuan spektakuler. Fosil gajah purba Elephas Hysudrindicus yang diperkirakan hidup 800 ribu sampai 200 ribu tahun dalam keadaan kondisi hampir 90% utuh.

Saat ini, fosil gajah purba yang asli disimpan di Museum Geologi Bandung. Sedangkan replikanya dipajang di gedung di kawasan alun-alun Blora. Meskipun replika, namun menjadi magnet bagi wisatawan dan warga untuk menyaksikan langsung sisa zaman prasejarah itu secara gratis.

Gajah purba diperkirakan setinggi lima meter dan berbobot delapan ton. ‘’Perlu penelitian lebih lanjut kaitan antara penemuan fosil gajah purba di Desa Medalem itu dengan penemuan gading gajah purba di Desa Ketuwan,’’ tandas Solichan.


(Abdul Muiz/CN26/SM Network)