• KANAL BERITA

Sejumlah Parpol Jajaki Koalisi Jelang Pilkada Demak 2020

BERGANDENG TANGAN: Enam pimpinan parpol di Kabupaten Demak bergandengan tangan usai membicarakan kemungkinan koalisi menjelang pilkada 2020, di kantor DPC PDIP Demak. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)
BERGANDENG TANGAN: Enam pimpinan parpol di Kabupaten Demak bergandengan tangan usai membicarakan kemungkinan koalisi menjelang pilkada 2020, di kantor DPC PDIP Demak. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Menjelang pilkada 2020, enam parpol di Kabupaten Demak mulai membangun komunikasi menjajaki koalisi. Pembicaraan tersebut mengemuka saat pimpinan enam parpol bertemu di kantor DPC PDIP, Jl Sultan Hadiwijaya, Demak, kemarin.

Mereka adalah Ketua DPC PDIP Kabupaten Demak Fahrudin Bisri Slamet, Ketua DPC Gerindra Maskuri, Sekretaris DPC PKB Zayyinul Fata, Ketua DPD II Partai Golkar Nur Wachid, Sekretaris DPC PPP Nurul Furqon dan Ketua DPC Partai Demokrat H Haryono.

Pertemuan berlangsung bersamaan dengan launching pembukaan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati oleh DPC PDIP Demak. Slamet menuturkan meski sebagai partai peroleh suara terbesar, namun PDIP tetap membuka potensi koalisi dengan partai lain. Untuk itu pihaknya membuka komunikasi politik bersama sejumlah parpol. "Komunikasi yang kami bangun di tingakatan daerah tentunya akan disesuaikan dengan rekomendasi DPP, karena garis partai tegak lurus dengan keputusan pusat," katanya.

Selain menjajaki koalisi, partainya menjalankan instruksi DPP sebagaimana Peraturan PDIP Nomor 24/2017 tentang Penjaringan Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah. "Kami membuka penerimaan pendaftaran bakal calon kepala daerah, mulai 12-18 September yang dilanjut proses verifikasi data pada 18-20 September. Adapun penyerahan berkas ke DPP melalui DPD PDIP Jateng pada tanggal 23 mendatang," terang Slamet.

Maskuri mengakui sudah antara Gerindra dan PDIP membicarakan bangunan komunikasi politik antara Ketua DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan Ketua DPP PDIP Megawati Soekarno Putri. Dia meyakini komunikasi tersebut menjadi sinyal koalisi yang bakal direalisasi kedua partai politik itu dalam suksesi pilkada di daerah.

"Gerindra sudah lama membicarakan bangunan koalisi kelembagaan dengan PDIP. Kami ingin melahirkan pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi kebaikan rakyat dan daerah," katanya.

Seperti halnya PDIP, partai juga akan membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah pada November mendatang untuk menjaring kandidat yang punya visi dan plaform perjuangan yang sama dengan Gerindra. Potensi koalisi dengan PDIP juga diutarakan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Demak Zayyinul Fata. Menurut penuturannya, koalisi PKB dengan PDIP sudah solid dalam pilpres 2019 sehingga masih memungkinkan dipertahankan.

Sementara itu Ketua DPD II Partai Golkar, Nur Wachid menyampaikan partainya juga membuka lebar-lebar potensi koalisi dengan parpol lainnya. Namun demikian, Golkar akan berupaya mempertahankan kandidat bakal calon wakil bupati, Joko Sutanto, sebagaimana yang telah diusulkan kepada DPP melalui DPD I Jateng.

Sikap serupa juga dikemukakan, Sekretaris DPC PPP Nurul Furqon bahwa partainya bersama Golkar solid untuk mengusung dr Eisti'anah SE berpasangan dengan Joko Sutanto. "PPP tetap akan membangun koalisi, tetapi terkait calon yang diusung kami sudah menguat kepada pasangan yang telah kami komunikasikan ke DPP," terang Nurul Furqon.


(Hasan Hamid/CN26/SM Network)