• KANAL BERITA

Menuju Fashion Muslim Nomor Satu di Dunia

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati WIbawaningsih, sedang melihat fashion dan kerajinan yang dipamerkan di Galeri Industri Kreatif Kota Lama, Semarang, Rabu (11/9).
Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati WIbawaningsih, sedang melihat fashion dan kerajinan yang dipamerkan di Galeri Industri Kreatif Kota Lama, Semarang, Rabu (11/9).

SEMARANGsuaramerdeka.com - Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan Indonesia sebagai produsen fashion muslim nomor satu di dunia. Berbagai upaya dilakukan, satu di antaranya adalah dengan menumbuhkan dan mengembangkan industri fashion muslim. 

Program Modest Fashion Project  (MOFP) 2019 yang diawali dengan gelaran road to MOFP di Kota Bandung dan Semarang. Road to MOFP merupakan rangkaian sosialisasi dan talkshow yang menghadirkan desainer dan pelaku usaha di bidang fashion muslim.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan teknis tentang program MOFP mulai dari tata cara lomba, penjurian, awarding dan program pasca lomba yang diberikan kepada para finalis MOFP," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati WIbawaningsih saat membuka kegiatan road to MOFP di Geleri Industri Kreatif, Kota Semarang, Rabu (11/9).   

Gati menjelaskan, program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2018 yang bertujuan untuk melahirkan startup industri kecil menengah fashion muslim. Program ini dirancang tidak hanya berupa kompetisi desain fesyen seperti pada umumnya, melainkan ada project yang harus dibuat oleh peserta. 

"Project yang dibuat, antara lain pembuatan konsep bisnis fashion dari desain yang dibuat kemudian diaktualisasikan menjadi bentuk karya fashion yang akan dipresentasikan dan diperagakan pada grand final," tuturnya.

Sebanyak 20 finalis terbaik MOFP akan di-coaching selama dua tahun sampai memiliki business plan dan marketing tools yang siap dipresentasikan di depan calon investor. Selain itu para finalis juga akan difasilitasi untuk memiliki legalitas usaha dan merk yang terdaftar di Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Para finalis MOFP juga akan diberikan kesempatan untuk mengikuti fashion show serta pameran dalam dan luar negeri,” tambah Gati.

Grand Final dan Pengumuman MOFP dilakukan pada November 2019. Pada saat yang sama pihaknya akan me-lauching pameran industri halal yang meliputi komoditi fashion muslim, perhiasan, aksesoris, kosmetik dan makanan atau minuman halal sebagai kick off Indonesia as one of the Center of Moslem Fashion in The World.

Pameran ini rencananya akan digelar pada bulan April 2020 di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center.

Selain fashion, pihaknya juga sedang mengembangkan potensi lainnya di antaranya kuliner halal dan kosmetik di mana Semarang mempunyai potensi-potensi tersebut. Untuk kosmetik, juga akan digelar kompetisi start up kosmetik.


(Puthut Ami Luhur/CN34/SM Network)