• KANAL BERITA

Tiga Sekolah Terima Penghargaan Adiwiyata

foto: istimewa
foto: istimewa


SEMARANG, suaramerdeka.com - Tiga sekolah dengan berbagai tingkatan di Kota Semarang, menerima penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ketiga sekolah tersebut adalah SD Negeri Bojong Salaman 01, SMA Negeri 9 Semarang, dan SMA Negeri 4 Semarang.

Penyerahan penghargaan, baru akan dilakukan hari ini, Jumat (13/9). Bertempat di Gedung Sasana Widya Praja, kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Jalan Setiabudi No. 201 A, Srondol Kulon, Banyumanik.

''Disamping itu, kami mendapatkan pemberitahuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, agar Kota Semarang mengusulkan lima sekolah untuk maju menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri. Usulan dilakukan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang bersama Dinas Pendidikan Kota Semarang. Untuk disampaikan ke sekolah-sekolah terkait,'' ungkap Kabid Pengawasan dan Pemberdayaan Lingkungan pada DLH Kota Semarang, Sri Wahyuni, Kamis (12/9).

Kelima sekolah yang diusulkan dari Kota Semarang yaitu SMP Negeri 39 Semarang, SMP Negeri 33 Semarang, SMA Negeri 14 Semarang, SD Negeri Sendangmulyo 04, dan SD Negeri Lamper Kidul 02. Ditambahkannya, kelima sekolah itu telah melewati tahapan menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Semarang, Provinsi Jateng, dan Nasional.

''Peserta yang menerima penghargaan Sekolah Adiyata Mandiri, kemudian akan diusulkan kepada Sekretariat Asean. Untuk ditetapkan dan menerima penghargaan sebagai Asean Eco School,'' terang dia

Seleksi untuk menuju Asean Eco School tidak mudah, karena nantinya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melakuan seleksi terhadap 30 usulan calon Asean Eco School dari 21 provinsi di Indonesia.  

''Adapun kunci seleksi adalah video berdurasi 5-10 menit, 10 foto, dan narasi berisi 400-500 kata yang mempresentasikan penerapan perilaku ramah lingkungan di sekolah. Selain itu, peserta harus membuat karya tulis kurang lebih 100 kata bertema strategi perubahan perilaku melalui kurikulum berbasis lingkungan,'' tambah dia.(ary)


(Arif Prayoga/CN34/SM Network)