• KANAL BERITA

Tren Penggunaan Teknologi di Kalangan Nelayan Belum Demam

foto: suaramerdeka.com
foto: suaramerdeka.com

BANDUNG, suaramerdeka.com - Tren penggunaan teknologi di kalangan nelayan kecil harus lebih digenjot lagi guna mendongkrak hasil tangkapan. Sejauh ini, kebanyakan mereka masih mengandalkan cara-cara tradisional.

"Mereka masih lebih banyak menggunakan instingnya saat melaut. Karena itu, kita ingin mereka itu mulai melek teknologi," kata Kadis Kelautan dan Perikanan, Jafar Ismail pada program Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate Bandung, Kamis (12/9).

Untuk itu, tahun depan, pihaknya akan memberikan alat pemandu penangkapan berbasis satelit secara cuma-cuma. Langkah itu merujuk pada keberhasilan penggunaan alat tersebut yang diklaim bisa mendongkrak hasil tangkapan secara signifikan.

"Tahun depan, kita rencanakan membantu alat tersebut terhadap 150 nelayan. Kita prioritaskan nelayan di pantai selatan. Alat ini diharapkan bisa menaikan hasil tangkapan nelayan hingga 20-40 persen," jelasnya.

 

Teknologi yang digunakan, kata Jafar Ismail, sebenarnya relatif sama dengan tetap mengandalkan satelit. Hanya saja, pihaknya menilai alat tersebut relatif lebih akurat terutama dalam mendeteksi keberadaan kumpulan ikan yang hendak ditangkap.

 

Jafar tak menampik kontribusi nelayan kecil dalam hasil produksi wilayahnya masih belum menggembirakan. Karenanya, kondisi tersebut harus diperbaiki secara bertahap terutama sehingga bisa menghadirkan kesejahteraan terhadap mereka.

Pertahunnya, Jabar memproduksi hasil perikanan hingga 1,4 juta ton. Kontribusi terbesar berasal dari budidaya seperti hasil budidaya sebesar 1,2 juta ton. Jumlah nelayan se-Jabar sendiri mencapai 115 ribu orang.

Penyedia alat tangkap ikan, Mirna Basalamah menyebut bahwa selain memetakan pergerakan ikan di laut, perangkat tersebut juga diklaim bisa menghemat masa operasional nelayan saat melaut. Dia merujuk penggunaan alat tersebut oleh nelayan Sukabumi.

"Untuk dapat 1 ton ikan, mereka bisa berlayar hingga 24 jam. Tapi dengan bantuan alat, nelayan bisa 6-7 jam berlayar untuk memperoleh hasil tangkapan serupa. Kapalnya sudah penuh sehingga tak perlu berlama-lama di laut," jelasnya.

Disebutkan, nelayan bisa memperoleh titik impas setelah beroperasi selama 5-8 bulan. Perangkat tersebut menyasar kapal berbobot 3-10 GT.


(Setiady Dwi/CN34/SM Network)