• KANAL BERITA

Generasi Milineal Jadi Tumpuan Viralkan Desa Wisata

BERBICARA: Vitria Ariani, Ketua Tim Percepatan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata tengah berbicara dihadapan peserta sebelum menutup acara ASEAN Plus Workshop on Tourism Village Community Service and Product Enchancement to Attract Youth Travellers in Millenial Era di Hotel Phoenix Kota Jogja, Kamis (12/9). (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)
BERBICARA: Vitria Ariani, Ketua Tim Percepatan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata tengah berbicara dihadapan peserta sebelum menutup acara ASEAN Plus Workshop on Tourism Village Community Service and Product Enchancement to Attract Youth Travellers in Millenial Era di Hotel Phoenix Kota Jogja, Kamis (12/9). (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membidik anak-anak muda untuk memviralkan desa-desa wisata di Tanah Air. Mereka menjadi tumpuan agar perkembangan desa wisata baik kuantitas dan kualitas tetap terus bertambah.

“Anak-anak muda ini atau yang biasa disebut sebagai generasi milenial itu kan sangat melek dengan perkembangan teknologi jadi sangat pas mereka menjadi tumpuan agar desa-desa wisata bisa terus viral,” jelas Vitria Ariani, Ketua Tim Percepatan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kemenpar usai menutup acara ASEAN Plus Workshop on Tourism Village Community Service and Product Enchancement to Attract Youth Travellers in Millenial Era di Hotel Phoenix Kota Jogja, Kamis (12/9).

Menurut dia, dalam hal mempromosikan pariwisata khususnya desa wisata, maka sekarang ini yang dilihat bukan yang kuat mengalahkan yang lemah. Namun yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Maka generasi milenial sangat tepat untuk ikut mempromosikan desa wisata di Indonesia. 

“Sekarang ini zamannya digitalisasi. Generasi milenial sangat melek dengan digital dan sering cuit di media sosial. Makanya mereka kami gandeng untuk ikut mempromosikan desa wisata di Indonesia,” tutur dia.

Ria, sapaan akrabnya, menjelaskan potensi desa wisata di Indonesia cukup besar untuk dijual ke pasar internasional. Melalui kegiatan pertemuan pengelola desa wisata di Indonesia serta dari 10 negara Asia Tenggara dan China, Jepang, serta Korsel itu diharapkan ada tukar pikiran dan pengalaman dalam mempromosikan desa wisata.

“Kami ingin melalui kegiatan ini, para peserta bisa mempromosikan desa wisata. Sehingga mereka nantinya datang kembali kesini,” imbuh wanita berkacamata itu.

Sementara itu Kasubid Kemitraan Usaha Masyarakat Kemenpar Rulyta Marsuri Rachmaesa menambahkan, acara ini diikuti sekitar 90 orang dari negara ASEAN ditambah Korea, China dan Jepang. Tujuannya untuk mengenalkan desa-desa wisata di Indonesia. Selama tiga hari para peserta berkumpul dan tinggal bersama dengan warga yang ada di desa wisata salah satunya di Desa Pentingsari, Pakem, Sleman. 

“Kegiatan ini akan kami bawa ke forum ASEAN. Selain itu juga disampaikan ke Presiden Jokowi karena kegiatan ini membawa nama besar Indonesia. Dimana Presiden sangat konsen terhadap membangun pariwisata mulai dari desa,” sambung dia.

Sebelumnya, saat membuka kegiatan kata Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga Deputu Bidang Industri dan Kelembagaan Kemenpar Wisnu Bawa Taruna Jaya terus mendorong komitmen Kepala Daerah untuk mengembangkan desa wisata. Terlebih saat ini Kemenpar tengah mengejar target 2.000 desa wisata dan 1.000 desa wisata yang sudah terwujud sekarang. Wisnu mengatakan komitmen kepala daerah diperlukan untuk mempercepat terwujudnya desa wisata. Dia pun mengakui bahwa belum semua kepala daerah di Tanah Air kompak berkomitmen untuk mewujudkan desa wisata di daerahnya. Padahal, desa wisata yang merupakan bagian dari pengembangan pariwisata Indonesia merupakan salah satu titik potensi potensial sebuah daerah di luar pemanfaatan sumber daya alam (SDA) tersebut.

“Sekarang cadangan alam kita itu kalau digali terus akan habis tentunya. Coba contoh Arab Saudi yang sudah berani mengembangkan pendapatan negaranya lewat sektor tourism karena sektor ini tidak merusak tapi memelihara,” tandas dia. 


(Gading Persada /CN19/SM Network)