• KANAL BERITA

Produksi Rumput Tambak Melimpah

JEMUR RUMPUT: Petani rumput tambak di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana tengah menjemur rumput tambak di tengah terik matahari musim kemarau. (Foto suaramerdeka.com/Tresno Setiadi
JEMUR RUMPUT: Petani rumput tambak di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana tengah menjemur rumput tambak di tengah terik matahari musim kemarau. (Foto suaramerdeka.com/Tresno Setiadi

TEGAL, suaramerdeka.com - Petani di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal sedang menikmati musim panen rumput laut jenis Gracilaria SP, menyusul musim kemarau panjang. Selain panen melimpah, panas terik matahari turut mempercepat proses pengeringan rumput rumput tambak.

Menurut Wahidin, produksi rumput sedang membaik, produksi menumpuk dan cuaca kemarau mendukung produksi rumput tambak. Alhasil petani tengah meraup untung hingga jutaan rupiah.

Untuk satu kuintal rumput kering setelah dijemur dijual dengan harga Rp 470.000. Untuk sekali panen bisa mencapai 10 kuintal.

‘’Saat ini produksi sedang melimpah. Cuaca sangat mendukung. Panas matahari membuat rumput cepat kering saat dijemur, cukup satu hari siap dijual,’’ kata Wahidin, Kamis (12/9).

Menurut Wahidin, menanam rumput tambak bergantung dengan cuaca. Saat musim hujan, rumput sulit berkembang dan proses pengeringan membutuhkan waktu lebih lama.

Dia mengakui modal awal hanya untuk membeli bibit tanaman. Jika cuaca bagus, setiap dua bulan sekali bisa terus panen. Sementara saat kemarau panjang ini ia mengaku sudah meraup untung hingga 10 juta.

‘’Tapi kalau musim hujan sulit panen. Apalagi kalau air tambak terlalu asin membuat rumput mudah mati. Sementara saat kemarau ini sudah panen dua kali. Dapat Rp 10 juta lebih,’’ kata dia

Rumput tambak itu, kata Wahidin, dijual hingga ke berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Jakarta. ‘’Rumput ini bukan untuk campuran makanan. Tapi untuk bahan lain seperti kosmetik dan lainnya,’’ katanya.


(Tresno Setiadi/CN19/SM Network)

Berita Terkait
Loading...
Komentar