• KANAL BERITA

Perhumas Gerakkan Indonesia Bicara Baik

DITERIMA GUBERNUR: Jajaran pengurus Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) usai diterima Gubernur DIY Hamengku Buwono X.(Foto: suaramerdeka.com/dok)
DITERIMA GUBERNUR: Jajaran pengurus Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) usai diterima Gubernur DIY Hamengku Buwono X.(Foto: suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Prihatin atas situasi akhir-akhir ini, Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) melakukan aksi Indonesia Bicara baik. Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk tidak gampang mengumpat, mencemooh, menjelek-jelekkan dan berbagai tutur kata yang tidak mencerminkan jati diri bangsa.

Gerakan tersebut mendapat respon positif Gubernur DIY Hamengkubuwono X. Ia bahkan minta masyarakat Yogyakarta ikut mendukung gerakan #IndonesiaBicaraBaik. Hal itu disampaikannya ketika menerima jajaran pengurus Perhumas di Kompleks Kepatihan.

Hamengku Buwono X menyatakan prihatin dengan masyarakat pada era saat ini, banyak orang seakan lupa pada jati diri bangsa. Menurutnya masyarakat seharusnya berbudaya dalam menyikapi informasi yang diterimanya dan mengekspresikannya dengan santun.

''Mari jangan lupakan bahwa budaya kita yang arif perlu dijaga dengan hal sederhana, bicara baik,'' tandasnya.

Di depan pengurus Perhumas, ia juga menyambut baik agenda Konvensi Nasional Humas (KNH) di Yogyakarta yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Yogyakarta akan menjadi tuan rumah yang baik dan siap menyambut seluruh praktisi humas dari seluruh Indonesia yang mendiskusikan betapa pentingnya kearifan lokal sehingga memberi inspirasi  serta solusi dalam persoalan-persoalan global.

Peran Humas

Ketua Umum BPP Perhumas, Agung Laksamana menjelaskan organisasinya menggelar konvensi dengan tema ''Humas 2020: Kearifan Lokal, Solusi Global (Local Wisdom, Global Solutions)''. Konvensi menitikberatkan peran dan fungsi humas dalam mencari berbagai kearifan dan kekayaan budaya Indonesia yang bisa memberi inspirasi bagi strategi maupun solusi kreatif kehumasan dan komunikasi.

''Pemilihan Yogyakarta sangat tepat dan istimewa karena kota ini kaya kearifan budaya sehingga akan memberikan perspektif bagi para praktisi humas agar tetap memiliki dan mencari perspektif lokal budaya masing-masing yang bisa diaplikasikan sekaligus solusi kreatif dalam menghadapi era globalisasi dan disrupsi,'' paparnya.

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia merupakan organisasi profesi para praktisi humas dan komunikasi Indonesia yang didirikan pada tanggal 15 Desember 1972. Organisasi itu secara resmi tercatat di Depdagri sebagai organisasi nasional kehumasan di Indonesia dan pada International Public Relation Association IPRA yang berkedudukan di London.


(Agung Priyo Wicaksono/CN19/SM Network)