• KANAL BERITA

Ratusan Mahasiswa Baru Diajak Jaga Komitmen Pendiri Negara

MERANGKUL: Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI Mohammad Zamroni merangkul salah seorang mahasiswa baru Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) dari Papua untuk foto bersama usai acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) di kampus setempat. (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)
MERANGKUL: Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI Mohammad Zamroni merangkul salah seorang mahasiswa baru Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) dari Papua untuk foto bersama usai acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) di kampus setempat. (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tak ingin rasa nasionalisme terus tergerus di kalangan generasi muda, Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI Mohammad Zamroni mengajak ratusan mahasiswa baru di Jogja untuk terus menjaga komitmen para pendiri negara.

Hal ini seperti yang dilakukan jenderal bintang satu itu ketika berbicara dihadapan sekitar 681 mahasiswa baru (maba) Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKBM), dengan materi Wawawan Kebangsaan di kampus setempat.

"Atas dasar tersebut mahasiswa sebagai generasi penerus calon pemimpin bangsa harus selalu menjaga komitmen para pendiri Negara ini untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax tentang SARA yang dapat memecah belah persatuan dan keutuhan NKRI," papar Danrem.

Menurut dia, saat ini banyak negara lain tidak rela jika negara sebesar dan sekaya Indonesia maju dan tetap utuh. Berbagai cara memecah pun dilakukan seperti menggunakan proxy war, memasukan budaya dan produk-produk asing untuk menghancurkan Indonesia.

"Mereka memilih cara itu karena dianggap lebih mudah. Beda jika mereka melaksanakan invasi akan berhadapan dengan TNI dan rakyat," tuturnya.

Berbicara dihadapan ratusan mahasiswa baru, lebih lanjut Danrem mengatakan mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa jangan melupakan sejarah perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan, dimana para pahlawan tidak pernah mundur ataupun takut. Walaupun penjajah menggunakan pesawat tempur dan kendaraan lapis baja rakyat Indonesia cukup dengan bambu runcing saja, karena mereka yakin yang mereka lakukan merupakan perjuangan suci untuk merebut kemerdekaan dan dilandasi semangat rela berkorban mereka tidak mundur.

Danrem juga bahwa bahwa Negara Kesatuan Indonesia disebut juga dengan Negara Bangsa dimana negara ini terbentuk dari perbedaan baik bahasa, suku dan kebudayaan, dimana sebelum diplokamirkan oleh Bung Karno sudah ada kerajaan-kerajaan di seluruh Nusantara. Namun setelah diplokamirkan Kemerdekaan Indonesia Kerajaan-Kerajaan yang ada di Nusantara berikrar meleburkan diri menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Zamroni menjelaskan, untuk melaksanakan Bela Negara tidak harus memanggul senjata melawan musuh, tapi cukup dengan melaksanakan tugas belajar atau kuliah dengan sungguh-sungguh yang juga merupakan implementasi dari ikut Bela Negara.

"Dengan belajar sungguh-sungguh nantinya mahasiswa akan menjadi sesuatu, setelah menjadi sesuatu maka dapat berbuat untuk Bangsa dan Negara ini. Tingkatkan Sumber Daya agar dapat bersaing dengan negara lain," tutur dia.

Mengakhiri pembekalan tersebut Danrem mengatakan untuk menjadi orang yang berhasil bukan ditentukan tempat kuliah, bukan harus melalui kampus elit ataupun kampus negeri. "Tetapi menjadi orang yang berhasil tergantung dari diri sendiri dalam mengembangkan potensi dirinya, kepada mahasiswa yang berasal dari Papua kalian adalah bagian dari NKRI, kalian boleh pulang ke Papua setelah berhasil menyelesaikan studimu di Unriyo ini dan kembali untuk bersama-sama membangun Papua," tandas Zamroni.


(Gading Persada /CN19/SM Network)