• KANAL BERITA

Sambangi Perusahaan, Disabilitas Praktik Memijat Karyawan

DISABILITAS MEMIJAT: Para disabilitas binaan Ascendia Disabilitas Center praktik memijat karyawan di kantor Tradha Group Gombong. (suaramerdeka.com / Supriyanto)
DISABILITAS MEMIJAT: Para disabilitas binaan Ascendia Disabilitas Center praktik memijat karyawan di kantor Tradha Group Gombong. (suaramerdeka.com / Supriyanto)

GOMBONG, suaramerdeka.com – Saat jam istirahat siang, Rabu (11/9) kantor pusat Tradha Group Gombong kedatangan sejumlah penyandang disabilitas. Para disabilitas netra tersebut merupakan binaan Ascendia Disabilitas Center yang telah mengikuti training memijat.

Setelah dinilai mahir dalam memijat, para disabilitas tersebut sudah melakukan praktik memijat dengan pendampingan instruktur. Salah satunya adalah dengan program Ascendia Goes to Office yang kunjungan perdananya dimulai dari kantor pusat Tradha Group.

Tampak para pegawai yang sedang istirahat siang menikmati pijatan para tunanetra tersebut. Sastro (61) salah satu karyawan Tradha mengaku nyaman dan rileks, tidak tegang setelah melakukan pekerjaan yang menumpuk. Dia pun mengapresiasi  program pemberdayaan disabilitas dengan keterampilan memijat tersebut. "Sebaiknya kunjungan ke kantor ini perlu dijadwalkan secara berkala," ujar Sastro di sela-sela menikmati pijatan.

Founder sekaligus CEO Ascendia Project, dokter Faiz Alauddien Reza Mardika mengatakan pihaknya mendirikan Ascendia Disabilitas Center, empat pilar yang diusung yakni pendidikan anak usia dini pada disabilitas, pengembangan bakat pada disabilitas, pengembangan ketrampilan, dan penciptaan lapangan pekerjaan bagi disabilitas.

"Lembaga ini dibentuk atas dasar permasalahan disabilitas yang ada di Kebumen. Karena jumlahnya cukup banyak mencapai 12.000 orang  dan tidak berdaya sehingga tidak memiliki pekerjaan," kata dokter Reza kepada Suara Merdeka di sela-sela acara.

 Ascendia Goes to Office merupakan program Ascendia untuk membuka border antara disabilitas dan non disabilitas. Dia membawa para disambilitas  yang sudah dilatih untuk menunjukkan kemampuan mereka di ranah publik yang dilihat orang umum.

"Dengan harapannya masyarakat aware dan sadar bahwa ternyata disabilitas itu mampu melakukan hal-hal yang dilakukan orang non disabilitas. Sehingga kesadaran masyarakat lebih meningkat, lebih inklusif,  dan teman-teman disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama di ranah publik," ujar dokter Reza.

Kantor Trada menjadi pertama menjadi sasaran Goes to Office. Setiap minggu nantinya akan rutin melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan. Sejumlah lembaga sudah mengkonfirmasi seperti Bank Mandiri dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong.

"Bagi disabilitas, kunjungan ini akan meningkatkan kemampuan mereka, baik kemampuan memijat maupun komunikasi. Mereka berhadapan langsung dengan orang-orang perusahaan, bukan sekadar memijat tetapi ada aspek lain yang diperhatikan seperti komunikasi, kerapian, dan kebersihan," ujarnya.


(Supriyanto/CN26/SM Network)