• KANAL BERITA

Cegah Kekumuhan, Lomba Kebersihan Digelar di Kutoarjo

 TERIMA PENGHARGAAN: Desa Pacor menerima penghargaan berupa tropi dan hadiah sebagai juara I lomba kebersihan tingkat Kecamatan Kutoarjo pada kegiatan pengumuman lomba di Desa Pacor, Kutoarjo, Purworejo. (suaramerdeka.com / Panuju Triangga)
TERIMA PENGHARGAAN: Desa Pacor menerima penghargaan berupa tropi dan hadiah sebagai juara I lomba kebersihan tingkat Kecamatan Kutoarjo pada kegiatan pengumuman lomba di Desa Pacor, Kutoarjo, Purworejo. (suaramerdeka.com / Panuju Triangga)

PURWOREJO, suaramerdeka.com – Upaya untuk menangani kawasan kumuh di wilayah Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo terus dilakukan. Adapun wilayah desa dan kelurahan yang sudah tidak lagi kumuh didorong untuk tetap menjaga lingkungan agar tidak menjadi kumuh kembali.

Salah satu langkah untuk mondorong pencegahan kekumuhan di wilayah Kecamatan Kutoarjo dilakukan dengan lomba kebersihan yang merupakan bagian dari kegiatan Kotaku bersama Forum Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM).

Koordinator Kotaku Kebupaten Purworejo, Zulfikar mengatakan, dalam pelaksanaan program Kotaku, ada dua intervensi kegiatan, yakni skala kawasan dan skala lingkungan. Pada skala kawasan akan menangani permasalahan blok I yang terdiri dari tiga kelurahan (Kutoarjo, Semawung Daleman, dan Bandung).

“Nanti fokus utamanya di depan Stasiun Kutoarjo, penanganan tentang tujuh aspek permasalahan kekumuhan,” kata Zulfikar di sela-sela acara Pengmuman Lomba Kebersihan di Desa Pacor, Kutoarjo.

Adapun skala lingkungan, lanjut Zulfikar, berdasarkan SK Bupati ada lima kelurahan di Kecamatan Kutoarjo yang masuk kawasan kumuh yakni Kelurahan Kutoarjo, Bandung, Semawung Daleman, Bayem, dan Keterban. Dari lima kelurahan itu, yang belum selesai kekumuhannya tinggal di Kelurahan Kutoarjo, di lokasi di luar skala kawasan.

“Sedangkan 26 kelurahan/desa yang lainnya (di Kecamatan Kutoarjo) sekarang dianggap sebagai lokasi yang tingkat kekumuhannya sudah dianggap rendah, bahkan sudah tidak dianggap kumuh, lokasi pencegahan,” katanya.

Untuk 26 desa dan kelurahan tersebut, kegiatan-kegiatannya berupa pencegahan dengan menata lingkungan serta pengelolaan persampahan, air minum, dan sanitasi dengan baik agar tidak menjadi kumuh lagi.

Agar masyarakat tetap semangat menata lingkungan, lanjut Zulfikar, diperlukan kegiatan-kegiatan inovatif dan kreatif, salah satunya dengan diadakan lomba kebersihan lingkungan. “Seperti yang dilakukan ini, agar masyarakat sadar akan lingkungannya sendiri dan membersihkan, menata lingkungannya,” jelasnya.

 


(Panuju Triangga/CN26/SM Network)