• KANAL BERITA

579 Hektare Area Pertanian di Baku Dibiarkan Bera

LAHAN BERA : Area persawahan di Desa Menuran, Kecamatan Baki bera, dibiarkan tidak ditanami karena kesulitan air. (suaramerdeka.com / Ari Welianto)
LAHAN BERA : Area persawahan di Desa Menuran, Kecamatan Baki bera, dibiarkan tidak ditanami karena kesulitan air. (suaramerdeka.com / Ari Welianto)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com  - Lahan pertanian seluas 579 hektare di Kecamatan Baku dibiarkan bera atau tidak ditanami apa pun lantaran kesulitan pasokan air terdampak musim kemarau berkepanjangan. Bahkan petani juga enggan menanam palawija dan tidak berani ambil risiko.

‘’Total area pertanian di Kecamatan Baki itu sekitar 1.199 hektare. Tapi sekitar 579 hektare dalam kondisi bero atau tidak ditanami petani,’’ kata Koordinator Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Kecamatan Baki, Triyanto, Rabu (11/9).

Kondisi lahan bera sejak Juni-Juli atau setelah panen sampai sekarang ini. Petani kesulitan air, kalau dipaksa tanam khawatir akan merugi. Kondisi ini merata di 14 desa di Kecamatan Baki, begitu pun di wilayah lain di Kabupaten Sukoharjo. ‘’Kondisi ini hampir merata terjadi di wilayah Sukoharjo. Musim kemarau sekarang ini cukup parah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,’’ ujar dia.

Sebenarnya ada solusi dengan menanam palawija seperti kacang-kacangan, tembakau, melon atau semangka, namun banyak petani memilih memberakan lahan khawatir dan tidak mau mengambil risiko sudah telanjur ditanam tapi hasilnya tidak sesuai, pengeluaran dengan penghasilanya tidak seimbang atau malah rugi.

‘’Semua tanaman memang butuh air, tapi ada yang jumlah banyak dan sedikit. Untuk solusi air bisa dengan pompa air, tapi satu malam memompa air siangnya sudah kering,’’ kata Koordinator Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) ini.

Biasanya kondisi ini akan berlangsung beberapa bulan, pernah satu bulan saja, ada juga sampai tiga bulan. Jadi benar-benar menunggu ada air atau musim penghujan, kalau saat ini diperkirakan itu akan turun hujan sekitar Oktober. ‘’Hampir semau area pertanian itu mengalami kesulitan pengairan. Untuk wilayah Baki sumber airnya itu ada tujuh, tapi kondisinya itu sudah mengering dan dipakai untuk wilayah lain juga ,’’ kata dia.

Sementara itu Penyuluh dari Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Ismadi mengatakan jika petani harus bisa membaca peluang pasar.Tidak terus menanam padi tapi bisa palawija, seperti kacang-kacangan, melon atau semangka


(Ari Welianto/CN26/SM Network)