• KANAL BERITA

Bio Farma Serius Pangkas Sampah Plastik Air Kemasan

Siapkan Fasilitas Air Siap Minum

Foto: suaramerdeka.com / Setiady Dwi
Foto: suaramerdeka.com / Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - PT Bio Farma (Persero) mulai menyingkirkan sampah plastik dengan menyetop penggunaan air minum kemasan di lingkungannya. Kick off gerakan tersebut dilakukan bertepatan dengan hari jadi perseroan Ke-129 pada Agustus lalu.

Sejumlah langkah tegas langsung dilakukan. Di antaranya tak ada air kemasan dalam jamuan dan aktivitas makan minum perseroan lainnya. Karyawan pun dilarang membawa air kemasan dari luar. Mereka hanya boleh membawa tumbler sebagai bekal pemenuhan kebutuhan minumnya. "Larangan itu dituangkan dalam surat edaran," kata Kepala Divisi Pengelolaan Lingkungan dan Sosial Bio Farma, R Herry di sela-sela media gather pabrik vaksin itu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (11/9).

Larangan tersebut, katanya, tentu saja tak sebatas dilakukan tanpa jalan keluarnya. Sebelum kebijakan tersebut dirilis, perusahaan membagikan sekitar 1.500 tumbler secara cuma-cuma.  Akses pengisian air minun diperbanyak termasuk pembangunan 3 fasilitas air siap minum di lokasi strategis lingkungan perusahaan. Untuk pembangunan stasiun air siap minum, pihaknya mengaku tak mengeluarkan anggaran tak terlalu besar. Per unitnya, mereka hanya butuh Rp 10 juta untuk membeli mesinnya.

"Sejauh ini, karyawan merespon positif. Tak ada lagi air kemasan yang beredar, termasuk yang biasa disediakan dalam snack box terhadap tamu-tamu kami maupun di acara internal, kebijakan ini termasuk ditujukan ke mitra binaan, tinggal perawatan dan konsistensi saja yang dibutuhkan," katanya.

Sebelum larangan itu dilakukan, pihaknya mengaku belum melakukan penelitian terlebih dahulu terutama untuk mengetahui jumlah volume sampah plastik yang dihasilkan selama ini di lingkup perusahaan.  Kebijakan itu, katanya, terdorong oleh semangat perusahaan yang ingin membumikan konsep green industry yang dibuktikan dari raihan penghargaan Proper Emas sebanyak empat kali yang diperoleh Bio Farma.

"Lingkungan itu jadi nilai plus, karena sekarang ini perseroan mana pun membutuhkan tata kelola yang mumpuni, tak bisa asal main memenuhi kewajiban saja, mengingat platform industri masa depan menjadikan aspek sosial yang menjadi arus utama," katanya.

Dirut Bio Farma, M Rahman Roestan menambahkan bahwa persoalan lingkungan selalu akan menjadi perbincangan terlebih dikaitkan dengan aspek perusahaan. Hal itu akan menjadi karakteristik perusahaan. "Itu akan menunjukan aspek efisiensi termasuk dalam persoalan harga atas sebuah produknya, daya saing, dan keberlanjutan," tandasnya.

Dengan semangat itu pula, Bio Farma bersiap menghadapi tantangan yang lebih kompleks pada 2030. Perusahaan akan mempertimbangkan sejumlah faktor dominan yakni kualitas tinggi, biaya rendah, plus sistem manajemen yang terintegrasi dan lingkungan salah satu penekanannya.


(Setiady Dwi/CN26/SM Network)