• KANAL BERITA

Kembangkan Kedai Burjo bagi Penghobi Game

FOTO BERSAMA:  Penangung Jawab kedai Burjo Rizqi, Astrid Yuniarsari (tengah) berfoto bersama tiga pimpinan kedai yakni Ahmad Rizqi Winarso (empat dari kiri), Nadhiful Labib (tiga dari kiri), Ardian Atim (dua dari kiri) dan para karyawan. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)
FOTO BERSAMA: Penangung Jawab kedai Burjo Rizqi, Astrid Yuniarsari (tengah) berfoto bersama tiga pimpinan kedai yakni Ahmad Rizqi Winarso (empat dari kiri), Nadhiful Labib (tiga dari kiri), Ardian Atim (dua dari kiri) dan para karyawan. (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)

GAME  berbasis teknologi android yang bisa diunduh pada gawai, saat ini digandrungi banyak kalangan pelajar, mahasiswa hingga profesional muda. Fenomena ini ditangkap tiga sekawan Ahmad Rizqi Winarso, Nadhiful Labib, dan Ardian Atim sebagai peluang bisnis ada April 2019 lalu di Jalan Wahyu Asri Utara AA 212 Kelurahan Tambakhaji Ngaliyan Kota Semarang.

Dalam lima bulan terakhir ide mereka membuka kedai yang dinamai Burjo Rizqi, ditandai dengan secara berkala menggelar kejuaraan game Mobile Legend hingga PUBG Mobile. Ide ini embuat usaha mereka kini menjadi tempat nongkrong para penghobi game. Fasilitas yang diberikan di kedai Burjo Rizqi ini pun menunjang gamer-gamer yang datang. Mulai dari adanya colokan listrik di setiap meja hingga jaringan  wifi  gratis selama 24 jam.

''Awalnya kami melihat di seputaran Kecamatan Ngaliyan ini belum ada kedai burjo. Hal itu menjasi alasan awal ide kami, sebelum mengembangkan kedai dengan memfasilitasi anak muda yang mampir untuk nongkrong, membuat tugas dan bermain game,'' kata Rizqi saat ditemui di kedainya, Selasa (10/9) malam.

''Konsepnya makan senang hidup senang bagi anak-anak milenial. Tidak jarang juga selain lomba Mobile Legend dan PUBG Mobile, kami mengadakan nonton bareng jika ada momentum besar olahraga nasional maupun internasional. Bahkan juga ada lomba catur tidak hanya melulu pakai  gadget . Sebab tidak hanya anak muda saja, kadang ada warga sekitar yang datang,'' kata lulusan Jurusan Hukum Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo ini.

Agenda-agenda kedai disebut Rizqi dipublikasikan melalui akun Instagram mereka yakni, @burjorizqi_smg. Hal ini juga mengikuti tren anak muda yang suka bermain di jejaring media sosial. Rizqi ke depan ingin mengembangkan kedainya dengan membuka cabang. Selain soal fasilitas bagi anak muda, dia juga tetap memperhatikan soal menu makanan dan minuman yang dijual.

Menu Berbeda

''Sebagai kedai, kami juga memperhatikan menu makanan yang harus enak. Selain burjo, mi instan, kami juga menjual beberapa masakan. Seperti nasi ayam bumbu bali, nasi orak-arik telur dan nasi orak-arik ayam. Yang masak, kami metekrut karyawan asli Kuningan. Jadi cita rasanya khas sunda. Harga masakan ini juga terjangkau bagi mahasiswa kisaran Rp 5 ribu-Rp 16 ribu,'' lanjut Rizqi.

Selain makanan, di kedai ini juga menyajikan menu berbeda untuk minuman. Ada teh tarik Malaysia yang menjadi menu minuman andalan Burjo Rizqi. ''Ke depan kami juga akan mencoba beberapa tren minuman yang sedang laris. Namun juga tetap ada kearifan lokal seperti minuman rempah yang ingin kami sajikan,'' ungkap warga Banyumanik ini.

Sejak lima bulan ini, Burjo Rizqi merekrut sembilan karyawan yang bekerja dengan sistem shift, sehingga konsep kedai 24 jam bisa berjalan hingga saat ini. Harapan untuk mengembangkan peluang bisnis ini diamini Penangung Jawab Kedai Burjo Rizqi, Astrid Yuniarsari. Dia menyebut banyaknya pelanggan yang datang menjadi peluang pihaknya untuk terus berinovasi dan memberikan peningkatan pelayanan.

''Ke depan untuk makanan dan minuman kami juga akan melayani pesan antar. Saat ini kami sedang proses melakukan kerjasama dengan dua aplikasi  online  untuk fasilitas pesan antar ini,'' lanjut Astrid.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)