• KANAL BERITA

Bendera Setengah Tiang untuk BJ Habibie

SURAT EDARAN: Surat edaran yang ditandatangani Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) memuat tentang permohonan agar mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda penghormatan untuk almarhum BJ Habibie. (suaramerdeka.com/Dok)
SURAT EDARAN: Surat edaran yang ditandatangani Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) memuat tentang permohonan agar mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda penghormatan untuk almarhum BJ Habibie. (suaramerdeka.com/Dok)

REMBANG, suaramerdeka.com – Pemkab Rembang menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dengan meminta kepada seluruh Kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengibarkan bendera setengah tiang.

Kebijakan itu sebagai penghormatan atas wafatnya tokoh bangsa, mantan Presiden Indonesia, BJ Habibi pada Rabu (11/9) petang. Sebagaimana surat edaran itu, bendera setengah tiang dikibarkan mulai 12-14 September 2019.

Dalam edaran tersebut disebutkan, pengibaran bendera setengah tiang dilakukan untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para putra terbaik bangsa, Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie yang telah wafat.

Surat edaran ditujukan kepada para Pimpinan Lembaga Negara, dan sejumlah institusi lainnya. Seluruh Gubernur, Wali Kota dan Bupati diminta untuk meneruskan surat edaan kepada jajaran di bawahnya.

“Sudah kami bagikan ke grup yang berisi Bapak Bupati, Bapak Sekda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bendera setengah tiang dikibarkan mulai Kamis besuk sampai dengan 14 September 2019,” terang Kabag Humas Setda Rembang, Purnomo.

Purnomo belum bisa memastikan apakah Bupati dan jajarannya akan menggelar shalat gaib atau tidak untuk mantan Presiden BJ Habibie. Ia belum melakukan konfirmasi soal itu kepada Bupati Rembang.

Hal sama juga akan dilakukan jajaran Kodim 0720 Rembang. Dandim Letkol Arh Andi Budi Sulistianto mengatakan, bendera merah putih setengah tiang akan dikibarkan selama 3 hari, sampai 14 September. “Kami sudah dapat surat dari Korem,” tandasnya.


(Ilyas al-Musthofa/CN39/SM Network)