• KANAL BERITA

Cegah Kekumuhan, Lomba Kebersihan Digelar

TERIMA PENGHARGAAN: Desa Pacor menerima penghargaan berupa tropi dan hadiah sebagai juara I lomba kebersihan tingkat Kecamatan Kutoarjo pada kegiatan pengumuman lomba di Desa Pacor, Kutoarjo, Purworejo, Selasa (10/9). (SM/Panuju Triangga)
TERIMA PENGHARGAAN: Desa Pacor menerima penghargaan berupa tropi dan hadiah sebagai juara I lomba kebersihan tingkat Kecamatan Kutoarjo pada kegiatan pengumuman lomba di Desa Pacor, Kutoarjo, Purworejo, Selasa (10/9). (SM/Panuju Triangga)

PURWOREJO, suaramerdeka.com – Upaya untuk menangani kawasan kumuh di wilayah Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo terus dilakukan. Sedangkan wilayah desa dan kelurahan yang sudah tidak lagi kumuh didorong untuk tetap menjaga lingkungan agar tidak menjadi kumuh kembali.

Salah satu langkah untuk mondorong pencegahan kekumuhan di wilayah Kecamatan Kutoarjo dilakukan dengan lomba kebersihan yang merupakan bagian dari kegiatan Kotaku bersama Forum Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM).

Koordinator Kotaku Kebupaten Purworejo, Zulfikar mengatakan, dalam pelaksanaan program Kotaku, ada dua intervensi kegiatan, yakni skala kawasan dan skala lingkungan. Pada skala kawasan akan menangani permasalahan blok I yang terdiri dari tiga kelurahan (Kutoarjo, Semawung Daleman, dan Bandung).

“Nanti fokus utamanya di depan Stasiun Kutoarjo, penanganan tentang tujuh aspek permasalahan kekumuhan,” kata Zulfikar di sela-sela acara Pengmuman Lomba Kebersihan di Desa Pacor, Kutoarjo, Selasa (10/9).

Adapun skala lingkungan, lanjut Zulfikar, berdasarkan SK Bupati ada lima kelurahan di Kecamatan Kutoarjo yang masuk kawasan kumuh yakni Kelurahan Kutoarjo, Bandung, Semawung Daleman, Bayem, dan Keterban. Dari lima kelurahan itu, yang belum selesai kekumuhannya tinggal di Kelurahan Kutoarjo, di lokasi di luar skala kawasan.

“Sedangkan 26 kelurahan/desa yang lainnya (di Kecamatan Kutoarjo) sekarang dianggap sebagai lokasi yang tingkat kekumuhannya sudah dianggap rendah, bahkan sudah tidak dianggap kumuh, lokasi pencegahan,” katanya.

Untuk 26 desa dan kelurahan tersebut, kegiatan-kegiatannya berupa pencegahan dengan menata lingkungan serta pengelolaan persampahan, air minum, dan sanitasi dengan baik agar tidak menjadi kumuh lagi.

Agar masyarakat tetap semangat menata lingkungan, lanjut Zulfikar, diperlukan kegiatan-kegiatan inovatif dan kreatif, salah satunya dengan diadakan lomba kebersihan lingkungan. “Seperti yang dilakukan ini, agar masyarakat sadar akan lingkungannya sendiri dan membersihkan, menata lingkungannya,” jelasnya.

Lomba kebersihan sekaligus dirangkai dengan LKM Award (lomba kelembagaan dan pengelolaan administrasi LKM) yang pengumuman pemenangnya juga digelar bersamaan. Selain itu, pengumuman pemenang juga diramaikan dengan pameran atau eksibisi produk unggulan dampingan program Kotaku Kabupaten Purworejo.

“Harapan kami kegiatan eksibisi ini bisa berkelanjutan terus menerus setiap tahun dan ini memang atas inisiatif Forum LKM Kabupaten Purworejo dibackup Pemerintah Daerah dan juga kelurahan, desa, dan masyarakat,” imbuh Zulfikar.

Dalam lomba kebersihan tersebut, juara I diraih Desa Pacor, juara II Desa Kiyangkongrejo, dan juara III Kelurahan Keterban. Sedangkan LKM Award juara I diarih LKM Desa Kuburejo, juara II LKM Desa Tursino, dan juara III LKM Desa Tunggorono.

Acara dihadiri juga antara lain oleh Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Purworejo Maria Dini Handajani, Camat Kutoarjo Sumarjono, dan Forum LKM Kutoarjo.

Camat Kutoarjo, Sumarjo mengatakan, dalam penganganan kawasan kumuh, Pemerintah Kecamatan bekerjasama dengan lembaga yang ada seperti Kotaku yang telah terbentuk 2015, OPD terkait yang dikoordinir Dinas Perkimtan serta Bappeda, dan juga telah terbentuk Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP).

“Program Pak Bupati juga akan mengangani kawasan kumuh di Kecamatan Purworejo dan Kutoarjo, namun untuk 2019 dan 2020 fokus di Kutoarjo,” katanya.


(Panuju Triangga/CN39/SM Network)