• KANAL BERITA

Undip Juara I Academic Constitutional Drafting Tingkat Nasional

Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menjuarai lomba Academic Constitutional Drafting tingkat nasional yang digelar MPR RI dalam rangka memperingati Hari Konsitusi 2019, 24-30 Agustus lalu.

Penyerahan hadiah dilakukan pada acara puncak Festival Konstitusi dan Anti Korupsi 2019 di Grha Sabha Permana Kampus UGM Bulaksumur, Yogyakarta.

Lomba tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa terpilih dari 26 perguruan tinggi perwakilan berbagai provinsi di Indonesia. Penghargaan diterima Mahasiswa Undip Farid Ibrahim.

Adapun juara pertama lomba Debat Konstitusi diraih oleh Universitas Sumatera Utara diwakili mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Febry Indra Gunawan dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai juara Akademic Constitutional Drafting untuk kategori naskah terbaik, hadiahnya  diterima oleh Jery Hutagalung.

Hadiah diserahkan Sekretaris Jenderal (Sesjen) MPR RI Ma’ruf Cahyono disaksikan Gubernur Provinsi DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua MK Aswanto, Rektor UGM Prof. Panut Mulyono, dan sekitar 3000 mahasiswa UGM juga beberapa perguruan tinggi lainnya.

Rektor UGM Prof. Panut Mulyono, selaku tuan rumah menjelaskan, Festival Konstitusi dan Anti Korupsi 2019 ini telah dimulai sejak kemarin, Selasa (10/9/2019). Diawali dengan berbagai kegiatan, antara lain Diskusi Panel bertema Evaluasi Pelaksanaa UUD NRI Tahun 1945, Talkshow, serta Pameran Perustakaan yang diikuti oleh MPR, KPK, MK, dan UGM. 

Festival kali ini mengusung tema: Ukir Jejak Integritasmu Mewujudkan Budaya Konstitusi dan Anti Korupsi. 

Menurut Kepala Sub Bagian Pemberitaan dan Layanan Informasi MPR RI Budi Muliawan, festival ini bertujuan untuk mensosialisasikan konstitusi di masyarakat terutama kalangan mahasiswa.

Selain itu, lanjutnya, festival ini juga bertujuan menanamkan nilai antikorupsi di kalangan mahasiswa. "Kaum muda, atau yang kerap disebut kaum milenial harus memahami aturan dasar bernegara yaitu UUD NRI Tahun 1945 serta menjiwai semangat antikorupsi," katanya.


(Mahendra Bungalan/CN39/SM Network)