• KANAL BERITA

Pembetonan Kaliwungu-Darupono 53 Persen

Kepala DPUPR Kendal, Sugiono (kiri) mengecek perbaikan Jalan Kaliwungu-Boja yang berada di bawah Jembatan Tol Batang-Semarang di Desa Protomulyo, Kaliwungu Selatan. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)
Kepala DPUPR Kendal, Sugiono (kiri) mengecek perbaikan Jalan Kaliwungu-Boja yang berada di bawah Jembatan Tol Batang-Semarang di Desa Protomulyo, Kaliwungu Selatan. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

KENDAL, suaramerdeka.com – Pembetonan Jalan Kaliwungu-Boja sepanjang 6 kilometer yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal hingga kemarin sudah mencapai 53 persen. Kepala DPUPR Kendal, Sugiono mengatakan, jalan yang diperbaiki merupakan ruas Pasar Gladak-Darupono sepanjang enam kilometer. Sesuai Surat Perintah Kerja (SPK), pembangunan ditargetkan rampung lima bulan.

Namun, melihat perkembangan di lapangan, diprediksi bisa selesai Oktober-November atau lebih cepat dari yang direncanakan. ‘’Kontraktor yakni PT Fajar Abadi Utama dari Kendal. Progres pembetonan sudah mencapai 53 persen. Kontraktor mengerahkan empat perusahaan penyuplai beton,’’ katanya.

Dia menerangkan, khusus di bawah jembatan Tol Batang-Semarang yang ada di Desa Protomulyo, Kaliwungu Selatan, jarak ketinggian antara jalan yang dibeton dengan jembatan tol 5,2 meter. Kondisi itu tidak akan membahayakan truk besar yang mungkin melintas. Lebar Jalan Kaliwungu-Boja bervariasi antara 6 meter-8 meter. ‘’Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan jalan mencapai Rp 18 miliar,’’ tuturnya.

Dikatakan, pekerjaan jalan sepanjang 6 km tersebut, dibagi menjadi empat titik perbaikan. Nantinya empat titik itu akan menyambung menjadi satu. Pekerjaan dilakukan siang malam supaya bisa cepat terselesaikan.

Dia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga Kaliwungu maupun Kaliwungu Selatan. ‘’Setiap perbaikan jalan tentu ada dampaknya, seperti macet panjang karena diberlakukan buka tutup arus lalu lintas hingga debu yang beterbangan. Kontraktor secara rutin melakukan penyiraman untuk mengurangi debu,’’ kata dia.

Pelaksana dari PT Fajar Abadi Utama, Bisri mengatakan, proses pengecoran dilakukan malam hari. Hal itu agar kualitas beton lebih baik. ‘’Sebab jika dilakukan pada siang hari, berpotensi hasilnya tidak maksimal,’’ tuturnya.


(Rosyid Ridho/CN40/SM Network)