• KANAL BERITA

Pengurus Bank Sampah Berlatih Buat Tas Belanja

Upaya Daur Ulang

Sejumlah pengurus bank sampah berlatih membuat kerajinan tas belanja berbahan perca, kain, dan potongan plastik di BLK Kota Magelang yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
Sejumlah pengurus bank sampah berlatih membuat kerajinan tas belanja berbahan perca, kain, dan potongan plastik di BLK Kota Magelang yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Ratusan pengurus bank sampah di seluruh Kota Magelang berlatih membuat tas belanja dan tas jinjing berbahan daur ulang sampah kain dan plastik. Hal ini seiring upaya Pemkot Magelang dalam mengurangi produksi sampah dan meningkatkan nilai tambah produk daur ulang (recycle).

Bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Magelang, total 120 peserta mengikuti pelatihan di bawah bimbingan pengurus bank sampah induk Kota Magelang. Selama dua hari, Selasa-Rabu (10-11/9) mereka berlatih membuat tas belanja dan tas jinjing.

Kabid Pengelolaan dan Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, R Jaka Prawistara mengatakan, peserta tidak hanya dari pengurus bank sampah dari tingkat kota hingga rukun warga (RW) saja. Akan tetapi, ada juga pengurus bank sampah dari sekolah adiwiyata.

“Kita bagi dua hari, pertama berlatih membuat tas jinjing berbahan perca, kain, dan potongan-potongan plastik mi instan serta kopi. Hari kedua berlatih membuat tas belanja juga dari bahan yang sama,” ujarnya di sela pelatihan, Rabu (11/9).

Dia menuturkan, penanganan sampah tidak sekadar memilah mana organik dan anorganik, tapi juga mampu mengolahnya menjadi produk yang bernilai. Kalau organik bisa diolah menjadi pupuk organik, sedangkan anorganik bisa didaur ulang menjadi kerajinan atau produk lain.

“Pengurus bank sampah harus memiliki kemampuan membuat produk kerajinan tersebut. Seperti tas jinjing dan tas belanja ini yang didaur ulang dari kain dan plastik. Tas ini bisa dilipat hingga berukuran kecil seperti laiknya gantungan kunci,” katanya.

Tidak hanya tas, katanya, untuk mempercantik penampilan dibuat pula boneka kecil agar ketika dilipat hingga ukuran kecil bisa seperti gantungan kunci yang cantik. Bentuknya bisa panda, ikan, atau hewan lucu lainnya.

“Kalau mau dipake, lipatan bisa dibuka dan akan terlihat bentuk tas. Ukuran bisa disesuaikan dengan kebutuhan, kalau tas belanja bisa lebih besar. Jadi, kalau kita ke pasar bisa bawa tas sendiri dari rumah yang membawanya sangat simpel, tinggal digantungkan saja di dompet,” jelasnya.

Kasi Penanganan Sampah DLH Kota Magelang, Widodo menambahkan, pelatihan seperti ini memang rutin diadakan tiap tahun dengan tema berbeda. Tujuannya mengurangi sampah dan menambah nilai ekonomis bagi pengurus bank sampah.

“Tas daur ulang ini memiliki potensi yang besar untuk dijual. Misalnya dibuat souvenir atau dijual secara daring dengan harga lumayan. Hasilnya bisa untuk menambah penghasilan keluarga,” paparnya, yang menyebutkan total bank sampah di Kota Magelang ada 57 unit.


(Asef Amani/CN40/SM Network)