• KANAL BERITA

BUMDes Didorong Kelola Sampah

Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok

SLAWI, suaramerdeka.com – Kalangan anggota DPRD mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ikut serta dalam mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Tegal. BUMDes bisa membantu pemkab mengatasi darurat sampah dan mendapatkan keuntungan dari pengelolaan sampah.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Memet Said mengatakan, Kabupaten Tegal saat ini darurat sampah. Bahkan, persoalan sampah belum bisa teratasi secara maksimal. Kondisi itu diperparah dengan prilaku masyarakat yang kerap membuang sampah di sungai.

Selain menjadi salah satu penyebab banjir, perilaku membuang sampah sembarangan menjadi sumber penyakit.  "Karena itulah, kita harus bisa mencegah Kabupaten Tegal darurat sampah," kata politikus PDIP itu.

Menurutnya, saat ini muncul pandangan keliru bahwa pengelolaan sampah hanya tanggung jawab pemerintah. Padahal, sampah sesungguhnya menjadi tanggung jawab bersama, semua elemen masyarakat.

Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat penting, karena kebanyakan sampah berasal dari masyarakat. Peran serta itu diwujudkan dengan tidak membuang sampah di sungai atau di sembarang tempat.

Masyarakat bisa mengumpulkan sampah, dan dikelola kelompok masyarakat atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sejauh ini, beberapa BUMDes telah mengelola sampah dan mendapatkan keuntungan dari pengelolaan sampah tersebut.

"Jika semua desa bisa mengelola sampah, bisa memunculkan destinasi wisata yakni desa wisata sampah. Ini potensi yang bisa dikembangkan," kata Memet.

Dia menyarankan agar sampah dikelola dengan baik, sehingga bisa menghasilkan pupuk kompos dan pestisida organik. "Pupuk ini berasal dari sampah. Tidak hanya sampah dari masyarakat, tapi juga sampah dari kotoran ternak," ujarnya.

Pemkab Tegal diminta intensif melakukan pelatihan tentang pengelolaan sampah agar masyarakat bisa mengelola sampah secara sendiri. Jika masyarakat sudah sadar akan pentingnya sampah, maka perilaku masyarakat untuk membuang sampah sembarangan bisa ditekan. "Selain mendapatkan nilai manfaat, bisa memperbaiki perilaku masyarakat," tutupnya. 


(Dwi Putra GD/CN19/SM Network)