• KANAL BERITA

Tangkal Radikalisme, 1.500 Anggota TNI dan Sipil Ikuti Pembinaan Mental

CENDERA MATA: Gubernur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kiri) menyerahkan cendere mata kepada Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana, kemarin. (SM/Eko Priyono)
CENDERA MATA: Gubernur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kiri) menyerahkan cendere mata kepada Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana, kemarin. (SM/Eko Priyono)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional) Dr Aqua Dwipayana mengingatkan bahwa hidup manusia itu singkat. Kita tidak tahu akan hidup sampai kapan. ''Maka jangan kita sia-siakan waktu,'' katanya, Senin (9/9).

Dia mengatakan hal itu dalam acara pembinaan mental bagi 1.500 anggota TNI dan sipil di Gedung Lily Rochly Akademi Militer (Akmil). Acara itu dihadiri Gubernur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurachman, para pejabat distribusi dan organik Akmil baik Militer, pegawai negeri sipil, maupun  anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS Akmil.

Aqua Dwipayana selebihnya mengingatkan tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Karena Tuhan telah memberikan banyak rejeki. Akmil merupakan lembaga pencetak calon pemimpin di masa depan. ''Tugas pendidik sangat mulia, jangan pernah merasa tugas di sini merupakan hal yang kurang. Hasil tidak kita lihat sekarang tetapi beberapa tahun mendatang,'' katanya.

Dikatakan, tidak semua orang punya gaji, tetapi setiap orang punya rejeki. Maka, bagi petugas Akmil pun patut bersyukur karena mendapat rejeki berupa gaji setiap bulan. ''Saya juga bersyukur karena mendapat kesempatan berbicara di Akmil. Banyak tokoh terkenal yang tidak mendapat kesempatan berdiri di sini,'' imbuhnya.

PEMBINAAN: Sekitar 1.500 anggota Akmil mengikuti pembinaan mental di ruang Lily Rochly, kemarin. (SM/Eko Priyono)

Gubernur Akmil Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk membangun ketahanan mental organik Akmil. Agar memiliki akhlak mulia sesuai norma agama, maupun sebagai warga negara yang baik dan taat hukum untuk kepentingan hidup di dunia maupun di akhirat kelak. Pembinaan mental itu dengan tema ''Membangun Komunikasi Yang Sehat Dalam Kehidupan Prajurit, PNS dan Keluarganya Guna Menangkal Radikalisme Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok Akademi Militer''.

''Itu memiliki arti dan peran yang sangat strategis bagi keberhasilan pembinaan mental segenap prajurit dan PNS Akmil dalam meneladani segala amal perbuatan, baik pikiran, perilaku maupun kepemimpinan yang telah dilakukan dan dicontohkan oleh Rasulallah SAW dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Alloh SWT sebagai landasan moral dan spiritual dalam mendukung setiap pelaksanaan tugas,'' katanya.

Hal tersebut juga sejalan dengan kebijakan pimpinan, bahwa sebagai prajurit dan PNS di lingkungan TNI beserta keluarganya untuk selalu berkomitmen menjadi warga negara yang baik, dengan menjunjung tinggi norma agama dan norma hukum.

Ditambahkan, pembinaan mental bagi organik sesungguhnya tidak hanya merupakan tanggung jawab komando dan perwira di lingkungan internal  saja. Akan tetapi kesadaran dan tekad dari setiap anggota untuk menjadi insan yang senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, taat terhadap norma agama, maupun hukum yang berlaku, merupakan faktor yang utama dalam menegakkan disiplin dan tata tertib satuan.

Terkait dihadirkannya pakar komunikasi, menurut dia, untuk belajar teknis berkomunikasi. Bagaimana cara berkomunikasi dengan bawahan, sesama rekan, kemudian kepada atasan. Dari berkomunikasi juga bisa melihat maknanya. ''Kita harus banyak bersyukur apa yang kita dapat, apa yang diterima dari Yang Maha Kuasa tentu sudah digariskan sejak di dalam kandungan sampai mati. Sudah digariskan bahwa itulah jalan hidup kita,'' katanya.

Maka, tidak boleh membandingkan dengan orang lain, tidak boleh menjelekkan orang lain. Kita harus saling pecaya, saling membahagiakan orang lain. Dia berharap anggota senantiasa mensyukuri nikmat yang sudah diberikan oleh Allah. Kalau sudah bersyukur maka kita akan senantiasa semangat dalam melaksanakan tugas, bergairah, dan akan bahagia.

Harapan dia dengan diberi ceramah itu seluruh anggota lebih giat lagi. Diingatkan, tugas di Akmil sangat mulia, yakni mendidik calon generasi penerus dan pemimpin di masa yang akan datang. ''Ini amanah yang luar biasa yang diberikan Allah kepada orang Akmil, sehingga apa yang diberikan kepada peserta didik sangat bermanfaat untuk kelak di  kemudian hari,'' imbuhnya.


(Eko Priyono/CN39/SM Network)