• KANAL BERITA

Kandang Komunal Terbakar, 160 Kambing Terpanggang

PUING KANDANG : Pemilik ternak Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kudus mengecek puing kandang komunal yang ludes  terbakar, Senin (9/9) pagi. (Foto suaramerdeka.com Saiful Annas)
PUING KANDANG : Pemilik ternak Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kudus mengecek puing kandang komunal yang ludes  terbakar, Senin (9/9) pagi. (Foto suaramerdeka.com Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka.com - Kandang komunal milik dua kelompok peternak Umboro dan Merdeka Jaya ludes terbakar mengakibatkan 160 ekor kambing mati terpanggang, Senin pagi (9/9). Total kambing yang berada di kandang 214 ekor, namun warga hanya mampu menyelamatkan 54 ekor, sisianya mati terbakar.

Dua kelompok ternak itu menderita kerugian setengah miliar rupiah. ‘’Sebagian besar kambing yang mati terbakar adalah kambing siap potong. Rata-rata harga kambing Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta,’’ kata Ali Mahmudi (55), peternak dari kelompok di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.

Kebakaran itu diketahui sekitar pukul 05.00. Padahal, kata Ali Mahmudi, kelompok ternak sudah menerapkan sistem jaga secara bergiliran. Namun karena menjelang Subuh, petugas jaga memutuskan pulang.

‘’Saat kembali ke kandang terlihat api muncul dari jaringan kabel dan langsung merambat ke bawah. Karena ada tumpukan sampah dan kandang terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar,’’ katanya.

Warga menyelamatkan 54 ekor dari total 214 ekor kambing di kandang komunal itu. Warga tak bisa menyelamatkan ternak lantaran kobaran api semakin besar. Petugas Damkar datang berhasil memadamkan api beberapa jam kemudian.

Camat Mejobo Harso Widodo memperkirakan kerugian peternak Rp 539 juta. Kerugian itu ditaksir dari total ternak kambing yang tewas dan bangunan kandang yang hangus terbakar.

‘’Kami akan akan segera mengusulkan bantuan baik dari Pemkab Kudus dan Pemporv Jateng untuk peternak korban kebakaran. Setidaknya bisa meringankan kerugian yang dialami para peternak,’’ katanya.

Harso mengatakan, manajemen ternak di Desa Kirig sebenarnya sudah baik. Kandang seluas 450 meter persegi itu berdiri di atas tanah milik desa seluas 950 meter persegi. Pemerintah desa memfasilitasi kandang ternak komunal di persawahan jauh dari permukiman penduduk agar tidak mengganggu warga.

‘’Ini kejadian kebakaran kali pertama yang menimpa kandang komunal. Dari kejadian ini perlu ada evaluasi manajemen kandang, terutama untuk mengantisipasi keadaan darurat seperti kebakaran. Kejadian ini yang pertama menimpa kandang komunal,’’ katanya.

Harso mengimbau peternak yang memanfaatkan kandang komunal setidaknya menyiapkan alat pemadam ringan (Apar) untuk mengantisipasi potensi kebakaran. ‘’Jika ada Apar, api bisa segera dipadamkan, sebelum bantuan dari Damkar datang,’’ katanya.


(Saiful Annas/CN19/SM Network)