• KANAL BERITA

Mayat di Kebun Tembakau Gegerkan Warga Desa Suntri

OLAH TKP : Aparat Mapolsek Gunem melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat di kebun tembakau Desa Suntri.  (suaramerdeka.com / Ilyas al-Musthofa)
OLAH TKP : Aparat Mapolsek Gunem melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat di kebun tembakau Desa Suntri. (suaramerdeka.com / Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Seorang warga Desa Dowan Kecamatan Gunem ditemukan dalam kondisi tewas terbujur kaku di area kebun tembakau di Desa Suntri, Jumat (6/9). Korban bernama Sugiono (42), pertama kali ditemukan  pekerja pemanen tembakau di desa tersebut, pada pukul 08.30 WIB.

Informasi dari Mapolsek Gunem, jasad korban pertama kali ditemukan Mutiah (43), pekerja tembakau warga RT 4 RW 1 Desa Suntri. Ketika itu, saksi berniat memanen tembakau di lahan bengkok milik Sekretaris Desa (Sekdes) Suntri, Joko Sampurno, yang berada di Desa Suntri Rt 9 RW 1.

Namun saat sampai di lahan tembakau ia dikejutkan dengan sesosok mayat yang tergeletak. Sontak ia pun kaget dan langsung berteriak meminta tolong kepada warga yang ada tak jauh dari lokasi. Setelah mendengar informasi tersebut warga berduyun-duyun mendatangi lokasi.

Kasatreskrim Polres Rembang, AKP Bambang Sugito menyatakan, lokasi penemuan mayat berjarak sekitar 50 meter sebelah barat kediaman Joko Sampurno. Selanjutnya tim dari Mapolsek Gunem datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Bambang mengungkapkan, berdasarkan hasil identifikasi luar yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas Gunem, serta Tim Inafis Polres Rembang, jasad korban sudah dalam kondisi kaku. Ada luka lecet yang terdapat pada lengan bagian kiri korban. Selain itu, hasil pemeriksaan luar korban juga mengeluarkan tinja. Selanjutnya, atas keterangan dokter Puskesmas, selanjutnya jasad korban dibawa ke RSUD dr R Seotrasno Rembang untuk dilakukan outopsi.

“Tindakan yang dilakukan polisi, mendatangi TKP, mencatat identitas dan meminta keterangan saksi serta melakukan pemeriksaan bersama tim medis Puskesmas Gunem, bersama Infasi Polres Rembang,” terang Bambang.

Sementara itu, Kapolsek Gunem Iptu Yanto menambahkan, dari mata sebelah kanan korban mengeluarkan darah. Untuk memastikan apakah ada tanda-tanda kekerasan pada korban, tim dokter yang bisa menyimpulkannya. “Belum ada kesimpulan soal penyebab kematian korban. Jasad korban masih di RSUD. Belum (dioutopsi). Kalau sudah (dioutpsi) bisa langsung konfirmasi kepada Kasatreskrim Polres Rembang,” tandasnya


(Ilyas al-Musthofa/CN26/SM Network)