• KANAL BERITA

Pedagang Direlokasi ke Belakang KUA Sluke

LAHAN KOSONG: Pihak desa, kecamatan dan Muspika melihat lahan di belakang KUA Sluke untuk relokasi pedagang pasar Sluke.(suaramerdeka.com/Mulyanto)
LAHAN KOSONG: Pihak desa, kecamatan dan Muspika melihat lahan di belakang KUA Sluke untuk relokasi pedagang pasar Sluke.(suaramerdeka.com/Mulyanto)

REMBANG, suaramerdeka.com – Pihak Kecamatan Sluke dan perwakilan pedagang langsung menggelar rapat setelah kebakaran Pasar Sluke. Rapat memutuskan pedagang Pasar Sluke yang terbakar akan direlokasi sementara di areal belakang Kantor KUA Sluke.

Kepala Desa Sluke, Tulus Priyo Prasetyo mengatakan lahan di belakang Kantor KUA Sluke itu merupakan lahan bengkok milik kepala desa. ''Jadi masih dalam kewenangan desa. Lahan di belakang Kantor KUA Sluke itu juga terbilang cukup luas,'' jelas dia.

Dia mengatakan Sabtu (7/9), pihak desa akan mengumpulkan semua pedagang untuk mengumumkan rencana relokasi. ''Kami akan berbicara kepada semua pedagang di Pasar Sluke tentang relokasi di belakang KUA Sluke itu,’’ kata dia.

Sebelum relokasi, sesuai dengan kesepakatan rapat itu pedagang diperkenankan berjualan di sekitar pasar yang terbakar.  Setelah relokasi rampung, pasar di pinggir jalan Pantura Kecamatan Sluke itu akan ditutup dengan pagar.

''Sebelum relokasi jadi, pedagang diperbolehkan untuk berjualan di sekitar pasar, namun setelah tempat relokasi jadi, semua pedagang tanpa terkecuali baik yang kiosnya terbakar dan tidak terbakar akan direlokasi,'' jelas Camat Sluke Hariyadi.

Salah satu pedagang, Joko Susilo mengatakan relokasi sementara pasar paling mendesak untuk dilakukan. Pasalnya, setelah kebakaran, pedagang berharap bisa tetap berjualan.

''Kami ingin pasar segera direlokasi. Setelah itu baru memikirkan mengenai renovasi atau pembangunan lagi. Karena sebagian besar pasar sudah terbakar,'' tegas dia.


(Mulyanto Ari Wibowo/CN39/SM Network)