• KANAL BERITA

Guru Dituntut Kuasai Teknologi Informasi

WORKSHOP PEMBELAJARAN:Sekda Banyumas, Wahyu Budi Saptono membuka acara workshop pembelajaran berbasis android dengan menggunakan power point di Gedung PGRI, Jumat (6/9).(Foto suaramerdeka.com/Budi Setyawan)
WORKSHOP PEMBELAJARAN:Sekda Banyumas, Wahyu Budi Saptono membuka acara workshop pembelajaran berbasis android dengan menggunakan power point di Gedung PGRI, Jumat (6/9).(Foto suaramerdeka.com/Budi Setyawan)

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, seorang guru dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju.  Mereka harus mengikuti sekaligus menguasai perkembangan teknologi informasi untuk mendukung tugasnya sebagai pendidik.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyumas, Takdir Widagdo, Jumat (6/9), mengatakan, perkembangan teknologi informasi cukup pesat yang diiringi dengan adanya perubahan generasi, semestinya diikuti pula oleh para tenaga pendidik.

Generasi muda, khususnya peserta didik yang saat ini memiliki kemampuan dalam bidang teknologi informasi, sudah seharusnya diimbangi pula dengan kemampuan para guru menguasai teknologi informasi.

''Generasi yang dididik oleh para guru sekarang merupakan generasi Y maupun Z.  Ini berbeda dengan generasi kita sebagai guru.  Dulu kita belum mengenal yang namanya komputer dan yang ada baru mesin ketik manual.  Namun generasi sekarang yang kita didik, mereka sudah sangat dekat dengan teknologi informasi,'' terangnya saat acara Workshop Pembelajaran Berbasis Android Menggunakan Power Point di Gedung PGRI setempat.

Acara ini diselenggarakan Dinas Pendidikan bekerja sama dengan PGRI.  Kegiatan itu dibuka oleh Sekda Banyumas, Wahyu Budi Saptono dan diikuti para guru yang tergabung dalam wadah organisasi PGRI.  Adapun nara sumbernya Agus Suparno SSi, MEng (Komunitas IT Sakti Builder Purwokerto) sekaligus dosen STIKOM Yos Sudarso Purwokerto.

Perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat, lanjut dia, mau tidak mau harus disikapi oleh para guru, yakni dengan terus mengikuti perkembangan.  ''Sekarang para guru dituntut untuk menyesuaikan kondisi tersebut,'' terangnya.

Maka dari itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi, yakni dengan membekali mereka kemampuan dalam penguasaan teknologi.

''Adanya kegiatan workshop pembelajaran berbasis android ini sebenarnya merupakan sebuah harapan bagi kita sebagai pendidik dalam mengantisipasi perkembangan teknologi yang berjalan begitu pesat,'' ujarnya.

Selain itu, menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus merupakan upaya dari PGRI dalam membantu pemerintah menyiapkan para guru dalam menghadapi era sekarang.  Dengan demikian, target maupun harapan yang ingin dicapai pemerintah bisa berhasil.

Sementara Sekda Banyumas, Wahyu Budi Saptono mengatakan, dengan adanya kegiatan workshop tentang pembelajaran berbasis android, pihaknya meyakini kualitas guru di Kabupaten Banyumas akan semakin meningkat, dan dampaknya kualitas siswa juga bakal meningkat.

''Kami menyambut baik apa yang sudah dilakukan oleh PGRI.  Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan,'' jelas dia.

Ketua panitia kegiatan, Umar mengatakan, pelaksanaan workshop pembelajaran berbasis android ini terbagi empat sesi.  Sesi pertama Jumat (6/9)-Minggu (8/9), sesi kedua Jumat (13/9)-Minggu (15/9), sesi ketiga Jumat (20/9)-Minggu (22/9) dan sesi keempat Jumat (27/9)-Minggu (29/9).


(Budi Setyawan/CN19/SM Network)