• KANAL BERITA

Ada Jual Beli dan Tawar Menawar Jabatan, Laporkan!!!

foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq menegaskan, tak ada jual beli jabatan dan tidak ada tawar menawar jabatan, saat proses mutasi, rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Temanggung. Dia meminta kepada semua lapisan masyarakat, mulai dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perangkat pemerintahan, aparat keamanan dan pemangku kepentingan lain bersama-sama mengawasi jalannya pemerintahan.

Hal itu ditegaskan Bupati Al Khadziq usai melakukan Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Supardiyono di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung, Jumat (30/8) siang. Bahkan, saat menyampaikan sambutan dalam Pengukuhan Lima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) lain di Pendapa Jenar Temanggung, Khadziq memastikan pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Temanggung selalu bersih dan tidak ada permainan uang.

"Selama ini proses mutasi, rotasi dan promosi jabatan dilakukan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Tidak ada jual beli jabatan dan tidak ada tawar menawar jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Temanggung. Saya minta kepada masyarakat untuk melaporkan kepada aparat kepolisian, jika ditemui ada oknum yang mengaku atau meminta sejumlah uang untuk menduduki kursi jabatan di jajaran Pemkab Temanggung," ungkapnya.

Menurut dia, untuk semua lapisan masyarakat maupun lembaga-lembaga kemasyarakatan di Temanggung, yang memiliki informasi mengenai jual beli jabatan atau tawar menawar jabatan, tidak perlu melapor kepadanya, melainkan langsung saja melapor ke pihak kepolisian. "Saya meminta kepada semua lapisan masyarakat, mulai dari LSM, perangkat pemerintahan, keamanan dan pemangku kepentingan lainnya, mari bersama-sama ikut mengawasi jalannya pemerintahan," ajaknya.

Orang nomor satu di Kabupaten Temanggung itu juga mengajak rekan-rekan pers ikut mengawasi, agar semua proses mutasi, rotasi dan promosi jabatan serta jalannya roda pemerintahan berjalan dengan baik. Klarifikasi tak perlu dilakukan kepadanya, melainkan kepada aparat kepolisian, sehingga, nantinya pihaknya akan mengetahui informasi mengenai jual beli jabatan maupun tawar menawar jabatan dari pihak kepolisian, jika memang ada indikasi ke arah itu.

Dengan tegas Bupati juga meminta jika ada oknum yang mengatas namakan Bupati maupun Wakil Bupati Temanggung menawar-nawarkan jabatan dan melakukan jual beli jabatan, jangan dipercaya. "Itu bohong dan sangat tidak benar, laporkan saja langsung ke aparat keamanan, biar langsung ditangani oleh pihak yang berwajib. Selaku Bupati, saya menjamin proses mutasi, rotasi dan promosi jabatan berjalan bersih dan tidak ada permainan uang sama sekali," tegas dia.

Ditegaskan, semua tidak boleh ada permainan uang dan tidak ada jual beli jabatan sama sekali, harus bersih dan berjalan sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Menurut dia, dari gelombang rotasi yang dilakukan Pemkab Temanggung tahun ini, dari 20 sekian jabatan sebagian telah dilantik karena dirotasi dan sebagian lain dikukuhkan kembali karena masa jabatannya sudah lima tahun lebih, jadi harus dilakukan pengukuhan kembali kemarin.

"Dari 20 sekian jabatan, sebagian kita lantik karena kita rotasi dan sebagian kita kukuhkan kembali karena masa jabatannya lebih dari lima tahun. Ada beberapa pejabat yang tidak bisa kita lantik ketika acara di Desa Sucen Kecamatan Gemawang, karena pertimbangan mereka masih menunaikan ibadah haji dan ada yang sakit, sehingga kita menunggu kepulangan haji dan setelah kira-kira mereka ini cukup istirahat setelah pulang dari haji maka kita laksanakan pelantikan," beber dia.

Sebelumnya Bupati Al Khadziq telah melantik 19 JPTP di Desa Sucen Kecamatan Gemawang, namun empat di antaranya tidak bisa hadir karena tengah menunaikan ibadah haji dan sakit. Kemudian pelantikan dilakukan di Pendapa Jenar untuk empat jabatan yang belum diambil sumpah, serta ditambahkan jabatan Penjabat Sekda dan Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Temanggung. Namun satu pejabat terpaksa dilantik di RSUD Temanggung karena masih sakit dari pulang ibadah haji.


(M Abdul Rohman/CN34/SM Network)