• KANAL BERITA

Tingkatkan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Demak Gandeng PWI

GANDENG PWI : Ketua Bawaslu Khoirul Saleh menyerahkan nota kesepahaman kepada Ketua PWI Kabupaten Demak, Hasan Hamid, didampingi Sekretaris PWI Wahib Pribadi. (suaramerdeka.com / dok)
GANDENG PWI : Ketua Bawaslu Khoirul Saleh menyerahkan nota kesepahaman kepada Ketua PWI Kabupaten Demak, Hasan Hamid, didampingi Sekretaris PWI Wahib Pribadi. (suaramerdeka.com / dok)

DEMAK, suaramerdeka.com - Menyadari pentingnya partisipasi publik untuk melakukan pengawasan Pilkada 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Demak menggandeng PWI Demak menjadi bagian dari pengawas partisipatif. Mereka berharap, keikutsertaan para jurnalis dapat menjadikan seluruh proses tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) berlangsung dengan jujur dan adil.

"Untuk itu kami membangun kerja sama dengan PWI Kabupaten Demak, dan secara legal formal dituangkan dalam nota kesepahaman," terang Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Khoirul Saleh usai penandatangan MoU bersama PWI Kabupaten Demak di sela rapat kerja teknis dengan media di Reinz Cafe.

Penandatanganan yang dilakukan Khoirul Saleh, selaku Ketua Bawaslu bersama Hasan Hamid, Ketua PWI Kabupaten Demak disaksikan empat komisioner Bawaslu dan seluruh anggota PWI Demak.

Khoirul menyampaikan, media massa merupakan salah satu pilar demokrasi yang memiliki peran penting dalam membangun demokrasi yang berkeadilan dan bersih. "Selama ini media massa telah berperan baik menjadi bagian kontrol sosial. Mereka juga memiliki keberanian dan sikap kritis dalam penegakan demokrasi," tuturnya.

Melalui peran tersebut, pihaknya berharap dapat meningkatkan kualitas demokrasi. Selain ikut dalam mengawal demokrasi, seluruh anggota PWI dapat memberikan pendidikan politik melalui publikasi di medianya masing-masing. Sedikitnya terdapat sejumlah potensi kerawanan pelanggaran pilkada yang patut menjadi perhatian Bawaslu dan para pengawas partisipatif.

Yaitu politik uang, pelanggaran administratif seperti terkait tata cara prosedur pencalonan, kemudian masa kampanye adanya sumpah, janji atau iming-iming serta pelanggaran yang dilakukan ASN maupun aparatur desa.

Peranan media massa yang demikian, diakui Ketua PWI Kabupaten Demak, Hasan Hamid selama ini sudah dijalankan dengan baik. Menurutnya, seluruh anggota PWI dalam menjalankan tugasnya menempatkan dirinya sebagai pihak yang netral dan memegang teguh kode etik jurnalistik.

Seperti dalam peliputan pemilu maupun pilkada selalu membangun komunikasi serta koordinasi dengan Bawaslu, KPU dan pihak terkait lainnya. "Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Bawaslu, karena PWI juga memiliki misi dan visi yang sama untuk membangun tata demokrasi yang berkeadilan," katanya.


(Hasan Hamid/CN26/SM Network)