• KANAL BERITA

Anggaran Pilkada Belum Disepakati Pemkab Sleman

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Sleman akan dilaksanakan tahun depan. Namun sampai saat ini belum ada penetapan dari pemerintah daerah mengenai besaran anggaran untuk membiayai pesta demokrasi itu. 

Semula, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman mengajukan anggaran sebesar Rp 42 miliar. Namun sesudah dikoreksi, angkanya turun menjadi Rp 33 miliar. Menurut Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi, usulan awal lebih tinggi karena pihaknya menggunakan standar nasional sebagaimana yang diacu oleh KPU RI. 

Setelah dikoreksi oleh pemda, KPU Sleman kembali mengajukan usulan yang kali ini disesuaikan dengan standar kabupaten. "Terakhir kami ajukan Rp 33 miliar. Sampai sekarang penetapan besarannya masih dimusyawarahkan dengan pemda, sedangkan agenda penandatanganan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) sendiri dijadwalkan tanggal 1 Oktober 2019," kata Trapsi di ruangannya, Selasa (27/8).

Dana Rp 33 miliar yang diajukan ini meliputi beberapa item diantaranya kegiatan rapat, pembentukan badan adhoc, bimbingan teknis, pengadaan kebutuhan logistik, dan pemutakhiran data pemilih. Alokasinya, menurut Trapsi, hampir merata di semua pos dan tidak ada item yang menonjol. 

Honor petugas PPK, PPS, dan KPPS juga sudah masuk dalam perhitungan tersebut. Besaran honor tersebut diharapkan setidaknya sama dengan penyelenggaraan Pemilu 2019. Sementara kepastian jumlah personel petugas, pihaknya masih menunggu peraturan dari KPU pusat karena akan menyesuaikan dengan jumlah TPS. Pada Pilkada 2015, tiap TPS dibatasi maksimal 500 orang pemilih sedangkan Pemilu 2019 batasnya adalah 300 orang per tempat pemungutan.

"Dalam mengajukan anggaran tersebut, kami mendasarkan pada Surat Keputusan KPU Nomer 80 dan 81 Tahun 2017 tentang kebutuhan anggaran dan barang untuk Pilkada. Pemda juga akan memberi perhatian sesuai dengan ketentuan Permendagri Nomer 54 Tahun 2019 tentang Pendanaan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota yang bersumber dari APBD," tukasnya.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)