• KANAL BERITA

Indonesia Masih Kekurangan Insinyur

Foto Istimewa
Foto Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberi mandat kepada 40 Perguruan Tinggi untuk membuka Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI). Sebab  Indonesia sampai saat ini masih kekurangan tenaga Insinyur.

Hal ini mengacu pada Undang-undang Insinyur No. 11 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2019 yang menargetkan untuk menghasilkan 4000 Insinyur tiap tahunnya. Kebijakan ini dilakukan guna mendukung pembangunan Indonesia di berbagai bidang.

Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia, Ir. Faizal Safa, M.Sc., IPU, ASEAN Eng menjelaskan, profesi insinyur memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas suatu peradaban.

“Keinsinyuran sejatinya adalah tindakan aktif untuk mengubah, merekayasa alam sesuai kebutuhan manusia. Boleh dikata, insinyur adalah ekspresi paling jelas dri kekuatan akal budi, semangat untuk memecahkan masalah yang hadir dalam berbagai bentuk,” katanya saat menjadi pembicara kunci di Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur PSPPI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Gedung Pascasarjana Kampus Terpadu UMY, kemarin.

Menurut dia, Indonesia memiliki lebih dari 17.500 pulau yang terbentang di garis khatulistiwa. Oleh karena itu, insinyur di sini memiliki tantangan lebih besar dari insinyur di berbagai negara di dunia. Melalui jalan, jembatan, jalur kereta api, bandar udara dan pelabuhan, insinyur mampu menghubungkan ribuan pulau dan menyatukan Nusantara.

“Kita bersyukur dalam perkembangan baru tersebut bukan hanya Amerika dan Eropa yang bergerak maju. Bahkan bisa dikatakan salah satu pusat terpenting dari dinamisme pertumbuhan dunia dalam beberapa dekade terakhir justru terjadi di Asia,” ujar Faisal menjelaskan.

Ia juga berharap kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia, untuk tetap konsisten menghasilkan akademisi yang berkualitas unggul. “Pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus menghasilkan insinyur-insinyur muda. Kemudian, PII membuka pintu lebar bagi siapa pun untuk memberikan yang terbaik dalam membuka gerbang baru Indonesia menjadi negara yang benar-benar terpandang,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UMY Dr. Ir Gunawan Budiyanto, M.P memiliki keyakinan bahwa Program Profesi Insinyur ini akan berkembang dengan masif. “Saya punya keyakinan bahwa program ini perkembangannya akan cepat sekali. Artinya publik yang memerlukan kompetensi keinsinyuran semakin luas,” katanya.

Gunawan menambahkan, bahwa orang yang bergerak di bidang kegawatdaruratan membutuhkan bantuan dari insinyur dalam menanggulangi daerah jika terkena bencana. “Kajian-kajian keinsinyuran untuk memperkuat teman-teman yang ada di bidang tanggap bencana betul-betul menjadi konsen bagi program profesi insinyur,” ujarnya.

Pada prosesi Pengambilan Sumpah Insinyur diumumkan pula empat lulusan terbaik, diantaranya adalah Dr. Ir Gunawan Budiyanto, M.P, Dr. Ir. Sukamta, MT.,IPM., Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., MSc.Eng.,Ph.D., PE dan Dr. Ir. Sudarja, M.T.


(Sugiarto/CN19/SM Network)

Berita Terkait
Loading...
Komentar