• KANAL BERITA

Pembangunan PLTN Pertama di Indonesia Segera Dicanangkan 

Foto suaramerdeka.com/Setiady Dwi
Foto suaramerdeka.com/Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia belum sepenuhnya padam. Bahkan September mendatang, pemerintah akan melakukan pencanangan dimulainya proyek pembangkit  tersebut.

Mereka menetapkan wilayah Kalimantan Barat sebagai lokasi pembangunan PLTN pertama itu. Calon tapaknya adalah di kawasan Pantai Gosong, Kabupaten Bengkayang yang berjarak tiga perjalanan dari Pontianak.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Kerja Penyiapan Pembangunan Prototipe PLTN & Komersialisasi, Agus Puji Prasetyono di sela-sela "Seminar Keselamatan Nuklir 2019" besutan Bapeten dan Unpad di Bandung, Senin (26/8).

"Kita siapkan 4 calon tapak di Kalbar. Selain Bengkayang, ada Ketapang dan Sambas. Kita pilih Bengkayang karena strukturnya dianggap paling ideal. BATAN yang lakukan analisis tapaknya, mudah-mudahan akhir September bisa dicanangkan," jelasnya.

Menurut dia, penetapan itu tak terlepas dari kondisi wilayah Kalbar yang dinilai minim ancaman gempa dan ketersediaan uranium. Selain itu, pihaknya sudah mengantongi dukungan dari sejumlah pihak termasuk tuan rumah yang bersiap menjadi provinsi industri.

Agus Puji Prasetyono tak menampik bahwa proses tersebut bisa saja mendapat tantangan seperti halnya rencana pembangunan PLTN di Muria dan Bangka Belitung. Faktor keselamatan dan keamanan serta potensi kecelakaan pembangkit akan menjadi sorotan utama.

Hanya saja, dia mengingatkan bahwa kebutuhan listrik di masa mendatang akan semakin tinggi. Di sisi lain, teknologi nuklir terus berkembang sehingga langkah tersebut seharusnya bisa menjadi opsi yang ideal bagi pemenuhan kebutuhan tersebut.

"Realitanya pemenuhan listrik itu tak bisa lagi mengandalkan energi fosil, tenaga terbarukan seperti surya juga belum bisa diharapkan. Lagi pula sekarang reaktornya kan generasi 3+, teknologi canggih, bisa mematikan sendiri, jadi tak lagi seperti (yang dipakai) Chernobyl, Fukushima, atau Three Miles Island," jelasnya.

Sepanjang proses yang dilakukan mulus, Agus Puji Prasetyono menyebutkan paling lambat PLTN perdana itu bisa beroperasi pada 2025. Meski demikian, dia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi bakal tak mudah.

"Pembangunannya sendiri sebenarnya bisa 3 tahun. Tapi persiapan setelah pencanangan itu kan bisa 1-2 tahun. Ada pemilihan teknologi yang tepat mana, aspek keekonomiannya, model bisnis, hingga masyarakat sekitar," jelasnya.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)