• KANAL BERITA

Kelurahan Dasan Geres dan Vokasi UI Luncurkan Kap Lampu Hias Telesok Kelapa

Melalui Pasar Online

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

LOMBOK, suaramerdeka.com - Bertempat di Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Kelurahan Dasan Geres dan Tim Pengabdi Vokasi UI menggerakkan masyarakat pengrajin Kap Lampu Hias berbahan baku telesok kelapa buka toko online. Peluncuran toko online milik warga ini didahului dengan pelatihan dan workshop pemasaran online dari Dosen Vokasi UI dan ditutup dengan pembukaan Toko Online "Nyiur Lombok & Kloving".

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr. Sri Rahayu mengatakan bahwa kualitas produk lampu hias dari telesok kelapa yang dihasilkan pengrajin Lombok Barat ini sudah sangat baik. Gagasan pemasaran online ini muncul karena selama ini pemasaran masih dilakukan dengan terbatas di toko souvenir atau pameran-pameran.

"Produknya khas dan memiliki desain menarik serta kualitas yang baik, sehingga kami optimis dengan pemasaran yang optimal, kerajinan ini akan dapat meraih pasar lebih luas," ujar Ayu.

Dalam program ini, masyarakat diberi wawasan tentang bagaimana memilih brand yang menarik untuk produk mereka hingga membuat toko online di salah satu di *e-commerce platform* yang ada di Indonesia serta media sosial. "Kami memberi wawasan kepada para pengrajin tentang kesempatan luas berdagang dengan *e-commerce* dan *social media*. Kami membantu mereka untuk membuka toko online di e-commerce platform," ujar Ayu.

Pada kesempatan yang sama, Hulaifi, SH Lurah Dasan Geres menuturkan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat UI ke wilayah yang dipimpinnya. "Di hari kemerdekaan, kami menekankan kembali gerakan Zero Waste melalui produksi kerajinan-kerajinan dari bahan bekas, salah satunya Kap Lampu dari telesok ini," tutur Hulaifi.

Hulaifi menjelaskan bahwa selain telesok, kelurahan Dasan Geres juga memiliki produk kerajinan Bunga Dedoro. Bunga Dedoro adalah hiasan vas bunga yang terbuat dari olahan sampah berupa plastik atau kertas bekas hasil produksi ibu PKK di wilayah ini. Hulaifi berharap dengan penguasaan para pengrajin terhadap e-commerce dan media sosial akan membuat produk lokal dikenal masyarakat luas.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)