• KANAL BERITA

Bawa Besi, Rampok Kuras Kafe JNT di Rembang

OLAH TKP: Polisi dari Satreskrim Polres Rembang menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kafe JNT Desa Landoh Kecamatan Sulang yang disatroni kawasan rampok. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
OLAH TKP: Polisi dari Satreskrim Polres Rembang menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kafe JNT Desa Landoh Kecamatan Sulang yang disatroni kawasan rampok. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Kawanan perampok bersenjatakan besi dengan ujungnya dibuat pipih menyatroni Kafe Karaoke JNT di Desa Landoh Kecamatan Sulang. Kejadian itu terjadi pada Sabtu (24/8) sekitar pukul 05.55 pagi.

Dengan mencancam pegawai kafe, perampok berhasil menguras uang tunai dan sejumlah barang berharga dari lokasi kejadian. Informasi dari Satreskrim Polres Rembang, pelaku yang masuk ke kafe berjumlah dua orang. r

Kedua pelaku memiliki perawakan pakaian rapi, dengan tinggi sekitar 167 cm. Pelaku mengancam pegawai kafe dengan menggunakan besi, sehingga membuatnya leluasa menjalankan aksi.

Setelah berhasil mengancam dan melumpuhkan pegawai, dua pelaku yang datang menggunakan mini bus itu langsung mengambil uang tunai sebesar Rp 25 juta. Uang tersebut disimpan di dalam lemari.

Kemungkinan besar, uang itu hasil dari operasional kafe karaoke. Selain itu, beberapa barang berharga seperti sejumlah televisi serta rokok juga diembat pelaku. Televisi merupakan fasilitas kafe, sedangkan rokok adalah barang yang dijual untuk tamu.

Kasatreskrim Polres Rembang, AKB Bambang Sugito menyatakan, penyidik telah memintai keterangan tiga orang saksi. Mereka diminta penjelasan atas apa yang mereka lihat di lokasi kejadian.

“Bahasa hukumnya, ini pencurian dengan kekerasan. Bahasa umumnya begitu (merampok). Tiga orang sudah kami mintai keterangan sebagai saksi kejadian. Kafe itu milik Ibu Tutik asal Rembang,” terang Bambang.

Atas kejadian ini, polisi terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengejar kawanan pelaku. Belum ada titik terang apakah pelaku merupakan pemain lama atau tidak. Pastinya, kawanan pelaku terbilang nekat lantaran beraksi menjelang banyaknya aktivitas warga.


(Ilyas al-Musthofa/CN39/SM Network)