• KANAL BERITA

Enam PKL Masih Bertahan Berjualan

BELUM PINDAH: Sejumlah warung di Jl Diponegoro masih bertahan berjualan.(SM/Anindito AN)
BELUM PINDAH: Sejumlah warung di Jl Diponegoro masih bertahan berjualan.(SM/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka.com – Hingga saat ini masih enam pedagang kaki lima (PKL) belm bersedia pindah dan bertaha berjualan di Jl P Diponegoro Sragen yang  terkena proyek pelebaran jalan. Dari 20 lapak PKL, enam pemilik lapak belum bersedia pindah.

 ''Pelebaran jalan itu untuk kepentingan umum dan secara estetika untuk penataan perkotaan,'' kata Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati Yuni, menanggapi PKL yang masih berjualan di jalan tersebut.

Sesuai rencana PKL Jalan P Diponegoro akan pindah di kawasan Jl RA Kartini, sekitar Kantor Panca Marga/Legiun Veteran RI. Kawasan untuk lokasi baru pemindahan PKL merupakan zona ekonomi, karena dekat Pasar Bunder Sragen.

Saat ini, kantor Panca Marga tidak dipergunakan untuk aktivitas apa pun.  Di sini akan dibuat food court seperti di Gladag Langen Bogan (Galabo) Solo. Konsep food court tidak eksklusif, sehingga siapa pun bisa datang ke kawasan itu.

Bupati Yuni mina pedagang tidak resah. Penataan lokasi untuk kawasan food court itu sudah dianggarkan di APBD Perubahan 2019. ''Tidak perlu resah, tidak perlu mengancam sana-sini,'' kata Yuni.

Semua sudah ditata. Sejumlah pemilik lapak PKL mengaku resah, karena surat DPUPR yang meminta PKL pindah tidak disertai penjelasan mau dipindah ke mana. ''Memang bukan kapasitas DPUPR menjelaskan di lokasi mana PKL itu akan diminta pindah,'' kata Yuni.

Heru Pramojo dan Cilik, penjual sate kambing dan sate sapi menolak pindah, jika belum disediakan lokasi baru untuk berjualan. Dikatakan masih ada enam penjual di lapak PKL belum bersedia pindah.

Terpisah, Kepala DPUPR Marija didampingi Sutarno, Seksi Perawatan Jalan DPUPR mengungkapkan Jl Diponegoro akan dilebarkan dua meter dari lima menjadi tujuh meter. Selain melebarkan jalan, DPUPR akan melebarkan jembatan di Jl  Diponegoro, Kapung Teguhan, Sragen.

Sebelumnya, Bupati Sragen membuat surat edaran Penetapan Lokasi Larangan Berjualan bagi PKL. Lokasi larangan berjualan dan pendirian lapak PKL itu di Jl  Diponegoro, Jl Setia Budi, Jl Veteran dan Jl Pattimura. Surat itu disosialisasikan sejak 27 Mei 2019.


(Anindito AN/CN39/SM Network)