• KANAL BERITA

Atlet Asing Terkesan Paralayang Wonogiri

foto: suaramerdeka
foto: suaramerdeka

 WONOGIRI, suaramerdeka.com - Sejumlah atlet mancanegara terkesan dengan tempat peluncuran paralayang di Puncak Bukit Joglo, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri. Lokasi tersebut cocok untuk cross country (lintas alam) paralayang jarak jauh di negara tropis.

Atlet asal Malaysia, Khairul Hakimin (31) mengatakan  Puncak Bukit Joglo mempunyai pemandangan bagus dan cantik. "Cuacanya bagus untuk cross country" katanya, saat mengikuti Wonogiri Cross Country Open 2019 di Puncak Bukit Joglo, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Minggu (25/8).

Atlet yang menekuni olah raga paralayang sejak 2012 itu baru kali pertama berlaga di Indonesia. Setelah mengikuti kejuaraan di Wonogiri akan bertanding di Sumedang. "Indonesia tempatnya cocok untuk <I>cross country<P>). Sedangkan di Malaysia banyak lalu lintas pesewat terbang sehingga tidak bisa terbang tinggi," katanya.

Rolf Gibbs (53) atlet paralayang Inggris menilai tempat  peluncuran paralayang Wonogiri terbaik untuk <I>cross country<P> di negara tropis. "Hotel bagus, mobilisasi bagus, semua orang ramah. Di Indonesia ini yang paling lama. Saya bisa terbang 48 kilometer dalam waktu 1,5 jam," ujarnya.

Di negara tropis, kata dia, posisi awan lebih rendah dari pada di Eropa. Alhasil, ketinggian paralayang di negara tropis maksimal 2.000 meter. "Kalau di Eropa bisa 4.000 meter. Terbangnya bisa 100-200 kilometer. Itu karena siang hari di Eropa bisa lebih lama, sehingga bisa terbang lama," terangnya.

Sementara itu, pimpinan lomba Wonogiri Cross Country Open 2019 Alfarizi Asmara mengungkapkan, kejuaraan itu diikuti 50 atlet dari beberapa provinsi dan luar negeri. "Ada pilot dari Inggris, Malaysia, dan Vietnam yang ikut kejuaraan," katanya.

Tiga kategori yang dilombakan, yakni putra, putri, dan beregu. Mereka harus mencapai titik koordinat yang ditentukan secepat mungkin. Titik terjauh berada di Waduk Lalung (Kabupaten Karanganyar).


(Khalid Yogi/CN34/SM Network)