• KANAL BERITA

SMK Muhammadiyah Kesesi Terapkan Belajar Di Luar Ruangan

Para siswa SMK Muhammadiyah Kesesi belajar di luar ruangan pada pelaksanaan program Hari Santri di Hari Kamis,
Para siswa SMK Muhammadiyah Kesesi belajar di luar ruangan pada pelaksanaan program Hari Santri di Hari Kamis,

KAJEN, suaramerdeka.com - SMK Muhammadiyah Kesesi memiliki program dalam memberikan pengetahuan ilmu keagamaan kepada para siswanya, setiap hari kamis mereka tidak belajar di kelas melainkan di luar ruangan yang lokasinya di luar sekolah.

Wakil Kepala SMK Muhammadiyah Kesesi Bidang Kesiswaan Yudha Satyo Wibowo menyampaikan, program belajar di ruang kelas disebut sebagai program hari santri. Di mana dalam program tersebut para siswa diajak belajar tentang ilmu keagamaan tidak didalam kelas, melainkan di luar ruangan.

Langkah demikian diambil untuk memberikan suasana baru, menyegarkan serta mengubah pola pikir bahwa belajar tidak harus di dalam kelas, di luar kelas, kata dia, juga bisa dilakukan pembelajaran. "Pada Hari Kamis kami ajak mereka untuk belajar di luar kelas, kami fokuskan pada ilmu keagamaan," kata dia.

Menurutnya, Belajar adalah sebuah proses yang di lakukan olah setiap anak yang ingin memperoleh sebuah prestasi dan sebuah harapan. Belajar identiknya selalu dilakukan di sebuah sekolah dan berada dalam sebuah ruangan yang sudah di siapkan oleh pihak sekolah.

"Kami melakukan langkah berbeda. Berbeda dengan sekolah lainnya.  Rutunitas ini kami biasah menyebutnya Hari Santri untuk sekolah kami," ujarnya.

 

 

 

Pada pelaksanaan program ini, pihaknya membuat sebuah konsep belajar Agama Islam di alam yang menyenangkan dan sekaligus menyegarkan pikiran siswa. Kegiatan di awali dengan apel dan pengarahan terlebih dahulu terkait dengan kegiatan yang akan berlangsung.

 

 

 

Kegiatan di lanjutkan dengan anak anak berjalan kaki menuju pos pos yang sudah di siapkan sekolah. Pos pertama siswa siswi menghafalkan hadis dan belajar bahasa inggris dan di pos terahir di Bendungan brondong siswa melaksanakan sholat duha dan setelah itu melaksanakan literasi bersama sama.

"Literasi ini difokuskan pada buku keagamaan. Diharapkan siswa mampu mendapatkan hal hal baru yang mereka rasakan di luar lingkungan sekolah. Tidak hanya itu kami berharap mereka menjadi gemar membaca dan merelokasikan ke dalam kehidupan mereka," ucapnya.

"Semoga kegiatan ini bisa menjadi sebuah inovasi pembelajaran yang baik dan mampu merubah mainset berpikir siswa bahwa belajar itu bisa di mana saja dan kapan saja. Maka, mulailah dengan membaca maka dengan membaca akan melihat hal hal yang baru," harap dia.


(Agus Setiawan/CN34/SM Network)