• KANAL BERITA

Tingkatkan Kualitas, Petani Diajak Lakukan Petik Kopi Merah

Sejumlah petani kopi melakukan aktivitas petik kopi merah di salah satu kebun di wilayah Kecamatan Gemawang, Temanggung, kemarin.
Sejumlah petani kopi melakukan aktivitas petik kopi merah di salah satu kebun di wilayah Kecamatan Gemawang, Temanggung, kemarin.

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Sejumlah petani kopi di wilayah Temanggung saat ini sudah mulai melakukan petik merah saat melakukan panen. Petik merah dinilai menjadi kunci dalam mempertahankan kualitas kopi. Selain itu dengan cara petik kopi merah juga diharapkan dapat meningkatkan harga kopi, baik kopi cery (merah basah) ataupun biji kopi (green bean). Bahkan, dengan cara ini juga akan semakin meningkatkan harga jual kopi.

Salah satu petani kopi di Desa Muncar Kecamatam Gemawang, Temanggung Sarwadi menyebutkan, dengan melakukan aktivitas petik merah diharapkan kualutas kopi dari daerahnya semakin meningkat. Dengan demikian kesejahteraan petani akan semakin meningkat. Meskipun diakui untuk mengajak petani melakukan petik merah dan mengolah kopi sesuai dengan lebih baik, bukan perkara yang mudah.

Apalagi saat mulai panen raya tiba petani berharap bisa lebih cepat mendapatkan keuntungan dari hasil pertaniannya. Ini yang menjadi kendala, tapi pihaknya tetap berusaha agar semua petani di Desa Muncar bisa melakukan petik merah, dengan harapan kopi dari daerah tersebut kualitasnya semakin meningkat dan dengan demikian kesejahteraan petani akan semakin meningkat.

"Kami sudah mulai melakukan petik merah sejak beberapa tahun terakhir. Sudah tujuh tahun terakhir ini kami sudah berusaha melakukan petik merah," ungkapnya. Menurutnya, dengan cara petik merah ini harga jual kopi merah gelondong basah bisa mencapai antara Rp 6.500 hingga Rp 7.000 perkilogram. Sedangkan jika dipetik campur antara merah dan hijau harga jual paling tinggi hanya Rp 5.000 per kilogram.

Lebih lanjut dia menuturkan, harga jual antara petik merah dengan petik asal memilimi selisih lumayan. Hal ini cukup menarik minat petani untuk melakukan petik merah pada kopi milik mereka. Saat ini sudah lebih dari 30 persen petani di Desa Muncar mulai melakukan petik merah. "Kami sudah berupaya maksimal, agar petani bisa melakukan petik merah. Dan hasilnya saat ini petani sudah mulai melakukan petik merah. Meskipun belum semua petani petik merah," tuturnya.

Menurutnya tidak hanya harga jual kopi merah basah saja yang mengalami kenaikan harga. Namun dengan petik merah ini harga jual biji kopi kering juga mengalami peningkatan harga. Dirincikan dengan petik merah maka harga jual biji kopi kering antara Rp 35.000 hingga Rp 40.000 perkilogram. Namun dengan petik campur antara merah dan hijau harga jual biji kopi kering hanya berkisar antara Rp 22.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.

Senada, petani kopi asal Kecamatan Kaloran Edi Darmadi menuturkan sudah sejak jaman orang tua bahkan dari nenek buyutnya, di Kecamatan Kaloran sudah ada perkebunan kopi. Hanya saja cara pemetikan dan pengolahannya belum benar, maka harga jual kopi masih belum maksimal. "Dari dulu harga kopi yang dipanen paling mahal hanya Rp 27.000 perkilogram itupun baru beberapa kali saja," tuturnya. 

 

Namun lanjutnya, saat ini sebagian petani sudah mulai meningkatkan kualitas kopi dengan cara melakukan petik merah. Akan tetapi pihaknya masih menemui kendala dalam menularkan ke petani yang lain. "Masih sulit, belum semua petani bisa melakukan petik merah," ucapnya. Sebelumnya, Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo meminta agar petani kopi semakin meningkatkan kualitas kopi.

 

Hal ini mengingat kopi Temanggung semakin banyak peminatnya. Jika kualitas semakin ditingkatkan, kedepan petani kopi akan semakin sejahtera. Sebab harga kopi akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas kopi. Dia mengajak para petani kopi di kota tembakau ini untuk pertahankan sertifikat indikasi geografis kopi robusta asal Temanggung. Saat ini sudah ada 11 kopi di Indonesia yang mempunyai indikasi geografis, termasuk salah satunya kopi robusta Temanggung.


(M Abdul Rohman/CN34/SM Network)