• KANAL BERITA

Pasar Runjang Tunjungmuli Ludes Terbakar

Para pedagang mengecek kios Pasar Runjang Desa Tunjungmuli, Karangmoncol, yang tinggal puing Minggu (25/8) akibat kebakaran malam sebelumnya. (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)
Para pedagang mengecek kios Pasar Runjang Desa Tunjungmuli, Karangmoncol, yang tinggal puing Minggu (25/8) akibat kebakaran malam sebelumnya. (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Kebakaran hebat terjadi di Pasar tradisional Runjang di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Sabtu (24/8) malam. Tidak ada korban jiwa, namun setidaknya 62 kios ludes akibat musibah tersebut.

Pertolongan pertama kebakaran, siapkan alat pemadam di sejumlah titik.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Api kali pertama diketahui olwh Gunawan, warga yang rumahnya di sebelah pasar. Api sudah membara di atap salah satu kios. Api dengan mudah membesar karena sebagian besar kios terbuat dari papan kayu.

Empat mobil pemadam kebakaran dan dua mobil tangki air dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas dibantu warga dan relawan berjibaku memadamkan si kago merah. Pada pukul 23.30 WIB, api berhasil dijinakkan. Namun 62 kios milik pedagang sudah tinggal puing.

Kasatreskrim Polres Purbalingga, AKP Willy Budiyanto mengatakan, hasil penyelidikan sementara, diduga api berasal dari sampah yang dibakar dekat pasar. Kerugian akibat kebakaran mencapai Rp 800 juta.

Kades Tunjungmuli, Joko Pranoto mengatakan, untuk pihaknya akan mendata jumlah pedagang yang aktif dan akan membuat lapak darurat bagi para pedagang. Sebab, bagaimana pun juga para pedagang harus berjualan.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, yang datang saat proses pemadaman api menginstruksikan kepada kades dan camat untuk mendata dan mencari lokasi pembangunan shelter sementara agar pedagang bisa berjualan. Khusus shelter sementara akan dibuat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag).

Sementara itu, tadi pagi, para pedagang dan warga datang ke lokasi kebakaran untuk membereskan puing-puing sisa kebakaran.


(Ryan Rachman/CN40/SM Network)