• KANAL BERITA

Modus Baru Penggunaan Sabu Pakai Dot Bayi Dibongkar

BARANG BUKTI: Polisi menunjukkan tersangka Novi Solivin (31), berikut barang bukti berupa dot bayi yang digunakan sebagai alat hisab sabu, di Mapolres Temanggung, Kamis (22/8) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
BARANG BUKTI: Polisi menunjukkan tersangka Novi Solivin (31), berikut barang bukti berupa dot bayi yang digunakan sebagai alat hisab sabu, di Mapolres Temanggung, Kamis (22/8) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Temanggung berhasil membongkar kasus narkoba jenis sabu dengan modus penggunaan dot bayi.

Modus itu dinilai baru dengan menyamarkan penggunaan alat minum untuk bayi untuk mengelabuhi petugas kepolisian. Namun, karena kejelian anggota polisi, akhirnya kasus peredaran barang haram itu bisa diungkap.

Kasat Resnarkoba Polres Temanggung AKP Sri Haryanto mengatakan, tersangka bernama Novi Solivin (31), alias Nopek, warga Kelurahan Manding, Kecamatan Temanggung berhasil dibekuk, karena mengonsumsi sabu menggunakan dot bayi untuk menghisab sabu-sabu. Tersangka Nopek mengaku memakai dot sebagai pengganti alat hisab yang biasanya dari botol untuk mengelabuhi petugas.

Selain itu, memakai dot dirasa lebih mudah untuk menghisab sabu-sabunya dan lebih praktis kalau di bawa kemana-mana, mengingat pekerjaannya sebagai supir truk angkutan sayur.

"Kalau pakai dot lebih mudah tutup bisa dicabut nanti bisa diringkas dimasukan ke jaket karena saya bawa ke mana-mana ngantar sayur ke Sumowono Semarang, Ngasem Jogja, sampai Bekasi Jawa Barat," aku Nopek.

Saat ungkap kasus, dia juga mengungkapkan penggunaan dot bayi untuk mengonsumsi sabu dilakukan saat di sawah. Saat nunggu petik sayur, dia mengaku biasa memakainya di gubug, atau di jalan saat mengantar sayur. Hal itu dilakukan karena ketika menggunakan sabu tersebur, badannya akan terasa lebih seger.

"Ya karena kerjanya lebih banyak malam," tutur dia di Mapolres Temanggung, Kamis (22/8).

Menurut Sri Haryanto, Nopek ditangkap saat Polres Temanggung menggelar Operasi Antik 2019 yang digelar pada bulan Agustus ini. Dia dicokok di wilayah Desa Petarangan, Kecamatan Kledung saat mengendarai sepeda motor Yamaha Mio, setelah sebelumnya didapat informasi bahwa dia membawa sabu.

"Saat kami geledah di lengan tangan kanan sweternya terdapat sabu-sabu," ujarnya.

Ternyata, kata dia, tersangka memakai sabu dengan modus baru untuk alat hisab sabu ternyata pakai dot bayi bukan botol. Semula pihak kepolisian mengira dot tersebut milik anaknya, namun ternyata pengakuannya memang untuk nyabu. Dari kasus ini petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga bungkus plastik klip sabu-sabu berat kotor 0,47 gram, 0,92 gram, dan 0,72 gram.

Dua alat hisab bong terbuat dari dot bayi, dua buah pipet kaca, satu jaket sweter warna abu-abu, satu ponsel merk Samsung, satu timbangan digital, dua pak plastik klip, dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio AA3488 TN. "Kita masih terus menyelidiki kasus ini dari hasil pendalaman dia dapat barang dari Bawen Kabupaten Semarang.

Tersangka kita jerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1, lebih subsider Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. Ancamannya denda Rp 8 miliar dan hukuman 12 tahun penjara,"katanya.


(M Abdul Rohman/CN39/SM Network)