• KANAL BERITA

ASI Eksklusif Wajib Diberikan Enam Bulan Pertama

SAMPAIKAN PAPARAN : Dokter spesialis anak SMC RS Telogorejo, dr Yetty Movieta Nency SpA(K) menyampaikan paparan pada seminar kesehatan yang diselenggarakan rumah sakit tersebut. (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)
SAMPAIKAN PAPARAN : Dokter spesialis anak SMC RS Telogorejo, dr Yetty Movieta Nency SpA(K) menyampaikan paparan pada seminar kesehatan yang diselenggarakan rumah sakit tersebut. (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemberian air susu ibu atau ASI secara eksklusif (murni ASI semata) wajib diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Artinya selama enam bulan pertama usia kehidupan.

Dokter spesialis anak SMC RS Telogorejo, dr Yetty Movieta Nency SpA(K) mengemukakan, ASI mengandung zat gizi yang menjamin tumbuh kembang bayi, khususnya sampai umur 6 bulan.

Pemberian ASI pada masa itu diharuskan karena bayi yang berusia kurang dari enam bulan, enzim pencernaannya belum sempurna. Begitu juga pada kondisi ginjalnya.

Selain itu, jika diberikan makanan tambahan belum pada waktunya, dikhawatirkan akan menimbulkan alergi. Terlebih lagi, makanan tersebut mengandung zat warna dan pengawet.

"Makanan penunjang baru bisa diberikan mulai usia 6 bulan ke atas. Pemberian ASI tetap diberikan sampai anak menginjak usia 2 tahun," kata Yetty pada seminar kesehatan yang diselenggarakan RS Telogorejo di Atrium Square rumah sakit tersebut, Sabtu (24/8).

Dari sisi kesehatan, ASI juga mengandung zat seperti makrofag, limfosit, imunoglobulin, laktoferin dan lactobacilus bifidus. Zat-zat tersebut berfungsi membunuh kuman.

Dikatakan pula, ASI mengandung beragam zat lain yang berguna untuk kecerdasan anak. Beberapa di antaranya karbohidrat, lemak, protein dan asam amino serta mineral.

Yetty menjelaskan, kandungan karbohidrat dan lemak pada ASI dinilai sangat tinggi. ASI sumber utama asam lemak esensial yang begitu diperlukan untuk perkembangan otak.

"ASI mengandung taurin, tirosin dan triptopan. Ketiganya adalah asam amino yang diperlukan dalam perkembangan otak. Sedangkan vitamin B12 diperlukan dalam metabolisme jaringan saraf dan pembentukan DNA," jelasnya.

Terkait pemberian susu formula, ibu perlu mengonsultasikan lebih dulu pada dokter. Dikhawatirkan komposisi pada susu formula yang dikonsumsi bayi tidak sesuai dengan kebutuhan. Lebih dikhawatirkan lagi, bisa menyebabkan alergi.


(Eko Fataip/CN19/SM Network)