• KANAL BERITA

Minim, Minat Petani Ikut Asuransi

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Musim kemarau tahun ini berimbas terhadap gagal panen yang dialami sebagian petani di daerah Kecamatan Prambanan, Sleman. Data di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) setempat menyebutkan ada sekitar 148 hektare lahan tanaman padi di wilayah kecamatan paling timur Kabupaten Sleman itu mengalami puso.

Kerugian yang diderita petani akibat gagal panen ini ditaksir mencapai Rp 2,9 miliar, dengan perhitungan asumsi harga gabah kering panen di rata-rata angka Rp 4.200. "Ada 148 hektare lahan di Prambanan yang dilaporkan puso. Jika dihitung, angka kerugiannya kurang lebih Rp 2,9 miliar," kata Kepala DP3 Sleman Heru Saptono kepada Suara Merdeka, Sabtu (24/8).

Di tengah resiko rugi itu, petani terpaksa menanggungnya sendiri. Belum ada satu pun dari mereka yang mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Program asuransi ini digulirkan oleh Kementerian Pertanian untuk memberikan ganti rugi jika mengalami gagal panen. Resiko yang dijamin termasuk kekeringan.

Diungkapkan Heru, para petani enggan mengikuti asuransi karena persyaratan klaim yang dirasa cukup menyulitkan. "Polis klaim bisa diperoleh jika intensitas kerusakan mencapai 75 persen. Kalau kurang dari itu tidak bisa diklaim," terangnya.

Pembiayaan premi asuransi ini menggunakan model sharing antara pemerintah dan petani. Pemerintah pusar membantu sebesar Rp 180.000 sedangkan petani membayar premi swadaya Rp 36.000 per hektare tiap musim tanam. Namun berbagai iming-iming itu belum bisa menarik minat petani.

Untuk mengantisipasi puso di beberapa daerah yang rawan kekeringan seperti Kecamatan Kalasan, Prambanan, dan Berbah, DP3 Sleman memberikan bantuan pompa yang tahun ini diberikan sebanyak 20 unit. Selain itu, dinas akan membantu peralatan kultivator untuk tanaman cabai dan jagung.  

"Lahan yang puso sudah kami identifikasi, dan akan dimintakan bibit jagung ke pusat," imbuh Heru. DP3 Sleman saat ini juga tengah menyiapkan bantuan bibit padi untuk ditanam saat musim hujan tiba nanti.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)