• KANAL BERITA

30 Peserta Didik SKB Diajari E-Commerce

WORKSHOP E-COMMERCE:Sejumlah peserta didik dan peserta kursus pelatihan SKB Purwokerto mengikuti kegiatan workshop e-commerce, Sabtu (24/8).(Foto suaramerdeka.com/Budi Setyawan)
WORKSHOP E-COMMERCE:Sejumlah peserta didik dan peserta kursus pelatihan SKB Purwokerto mengikuti kegiatan workshop e-commerce, Sabtu (24/8).(Foto suaramerdeka.com/Budi Setyawan)

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Sebanyak 30 peserta didik Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Purwokerto diajari tentang electronic commerce (e-commerce) atau perdagangan elektronik di aula lembaga tersebut, Sabtu (24/8).

Dalam acara yang dikemas dalam bentuk Workshop E-Commerce di Era Reformasi Digital tersebut, para peserta didik yang berasal dari peserta kursus dan pelatihan dan peserta didik program Paket C ini mendapatkan materi dari sejumlah nara sumber yang berkompeten.

Ketua Pengelola Labsite SKB Purwokerto sekaligus ketua panitia kegiatan, Fajar Setyarina menjelaskan, selama ini banyak peserta didik maupun peserta kursus yang sudah mampu menghasilkan produk-produk berkualitas.  Namun seringkali mereka mengalami kendala dalam memasarkan produk-produk tersebut.

''Banyak peserta didik maupun peserta kursus dan pelatihan di lembaga kami yang mampu membuat beragam kerajinan berkualitas, mulai dari berbagai jenis makanan ringan, kerajinan tangan, tata busana dan sebagainya.  Namun seringkali mereka mentok ketika akan memasarkannya,'' ungkapnya.

Oleh karena itu, menurut dia, dengan menyelenggarakan kegiatan workshop tentang e-commerce, diharapkan mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana memasarkan produk mereka melalui layanan digital.

Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan ini Agus Suparno, Ketua Komunitas IT Sakti Builder Purwokerto sekaligus dosen STIKOM Yos Sudarso Purwokerto yang memberikan materi tentang pengenalan e-commerce menggunakan subdomain website, IG, WA dan FB, Dwi Yulianto tentang photografi produk, Raswati tentang editing photo, dan Brigita Dewi Yuliantari tentang upload project e-Commerce.

Menurut Nina, model-model pemasaran yang lebih banyak mengedepankan cara-cara konvensional seperi sekarang, perlu diubah dengan mengikuti perkembangan zaman.  Apalagi sekarang sudah memasuki era digital, sehingga mau tidak mau sistem pemasaran produk juga perlu dilakukan dengan cara-cara digital.

''Kami memiliki showroom yang menjual berbagai produk kerajinan dari peserta didik.  Namun selama ini memang pemasarannya masih dilakukan secara konvensional, sehingga dengan adanya workshop tentang e-commerce ini, diharapkan bisa meningkatkan penjualan produk tersebut,'' terangnya.

Ketua Komunitas IT Sakti Builder Purwokerto, Agus Suparno mengatakan, ketika akan memasuki dunia e-commerce, setidaknya ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh peserta didik maupun peserta kursus dan pelatihan.

Di antaranya produk yang akan ditawarkan hendaknya yang berkualitas, memiliki telepon pintar (komputer), mampu membuat foto produk yang menarik, mendaftar ke aplikator jual beli online, serta memasarkannya melalui media sosial.


(Budi Setyawan/CN19/SM Network)