• KANAL BERITA

Rizieq Sebut Pemerintah Minta Saudi Mencegahnya Pulang ke Tanah Air

Foto Istimewa
Foto Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab mengatakan sudah setahun pemerintah Indonesia mencegahnya pulang ke Tanah Air. Hal tersebut disampaikannya dalam perayaan milad ke-21 di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara. Dalam acara tersebut Imam Besar FPI Rizieq Syihab yang kini masih berada di Makkah, Arab Saudi menyampaikan sambutan melalui rekaman suara.

Rizieq bahkan menyebut pemerintah telah meminta kerajaan Arab Saudi untuk melarangnya pulang hingga pelantikan Jokowi-Ma’ruf pada Oktober nanti selesai.

“Akibat permainan intelijen busuk pemerintah Indonesia tersebut maka status saya kini menjadi overstay karena masa berlaku visa habis akibat pencekalan sejak setahun lebih tersebut. Bahkan saat ini rezim zalim Indonesia masih meminta pada kerajaan Saudi Arabia agar mencekal saya hingga pelantikan presiden ilegal pada Oktober 2019 yang akan datang,” kata Rizieq dalam rekaman suara yang didengarkan pada acara tersebut.

Lebih jauh, Rizieq mengatakan pemerintah menyiapkan kasus rekayasa untuk dirinya. Baik yang sudah berjalan atau pun kasus baru. Hal itu dilakukan agar bisa menangkapnya saat kembali ke Tanah Air.
“Mereka akan balas dendam atas lengser dan longsornya si penista agama yang didorong rezim zalim saat Pilkada 2017,” kata Rizieq.

Rizieq mengatakan pemerintah Arab Saudi mengikuti keinginan Indonesia hanya untuk menjaga hubungan bilateral. Ia mengatakan pencekalan terhadap dirinya oleh kerajaan Arab Saudi bukan karena pelanggaran peraturan melainkan faktor keamanan.

“Itu pula sebabnya selama 2,5 tahun saya dan keluarga di Makkah, kerajaan Saudi tidak pernah mengganggu saya dan keluarga. Walau pun setahun terakhir status saya sudah dicekal dan overstay. Alhamdulillah,” kata Rizieq.

“Sehingga hijrah kami ke Makkah bukan kesusahan atau kesulitan apalagi penderitaan. Melainkan merupakan anugerah kebahagiaan yang penuh kenikmatan,” kata Rizieq.
Meski begitu Rizieq ingin tetap kembali ke Indonesia. Namun, ia menegaskan tidak akan meminta kepada pemerintah untuk memulangkannya atau meminta mencabut pencekalan dirinya.

“Saya hanya menuntut hak kebebasan saya sebagai Warga Negara Indonesia dan sebagai manusia tidak boleh diganggu siapapun. Termasuk rezim saat ini. Tidak ada yang punya hak untuk melanggar HAM saya dan keluarga,” kata Rizieq.

Acara milad FPI dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain itu juga jajaran pengurus FPI, tokoh GNPF Ulama dan tokoh PA 212.
Acara diisi dengan salat tahajud dan Subuh berjamaah, istigasah, zikir dan selawat. Selain itu juga ada pentas seni budaya.   


(KMP/CN19/SM Network)