• KANAL BERITA

Luncurkan GrabAndong, Jogja Kota Keempat Gunakan Transportasi Lokal Ikonik

GRABANDONG: Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X serta perwakilan Grab Indonesia saat peluncuran GrabAndong di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Kota Jogja, Jumat (23/8) malam. (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)
GRABANDONG: Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X serta perwakilan Grab Indonesia saat peluncuran GrabAndong di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Kota Jogja, Jumat (23/8) malam. (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Jogja menjadi kota keempat bagi Grab dalam hal penggunaan transportasi lokal ikonik. Di Kota Gudeg ini, salah satu penyedia layanan transportasi online itu meluncurkan layanan GrabAndong.

Menggandeng Kementerian Pariwisata, GrabAndong resmi beroperasi setelah tiga kota lainnya terlebih dahulu menggunakan transportasi lokal ikonik. Tiga kota itu GrabBajaj di Jakarta serta GrabBentor di Medan dan Gorontalo. Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, peluncuran GrabAndong merupakan bentuk dukungan pelestarian ragam kekayaan tradisi dan juga budaya Jogja. 

"Kami senang memfasilitasi kebutuhan wisatawan dan pengguna Grab yang ingin menjelajahi kawasan Malioboro dengan transportasi tradisional khas berpadukan dukungan teknologi terkini," papar Neneng saat peluncuran GrabAndong di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Kota Jogja, Jumat (23/8) malam.

Lewat fitur GrabAndong, Grab berusaha meningkatkan penghasilan mitra melalui peningkatan produktivitasnya. Dengan solusi transportasi unik dan nyaman, masyarakat di sekitar destinasi wisata juga memperoleh dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan.

"Ada 500 andong di Malioboro. Untuk fase pertama, hanya 26 andong yang terdaftar. Ke depan, Grab menambah sekitar 200 mitra GrabAndong dalam waktu enam bulan ke depan," ungkap dia.

Dukungan bagi perawatan kuda dan keberlanjutan andong, GrabAndong juga bekerja sama dengan Paguyuban Andong DIY dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM. Sebagian pendapatan yang didapat GrabAndong, akan diserahkan ke Paguyuban Andong untuk perawatan kuda. Sehingga kuda yang digunakan merupakan kuda yang kondisi kesehatannya terjaga dan dirawat.

"Terkait perawatan kuda, setiap hari kuda kami selalu diawasi mulai perawatan seperti membersihkan kuda dan merawat sepatu kuda, dan memandikannya. Setiap hari, andong jalan maksimal 6-7 jam. Saat berhenti, kuda selalu diberi minum, sambung Ketua Paguyuban Andong DIY Purwanto.

Dr. drh. Yuriadi, M.P. Sekretaris Fakultas Kedokteran Hewan UGM menjelaskan kuda yang digunakan untuk andong di GrabAndong merupakan kuda yang perawatannya dijaga ketat. 

"Dalam hal nutrisi, setiap harinya diberi porsi pakan kuda yang cukup dan jamu agar stamina tetap terjaga. Jika ada yang sakit, kami senantiasa akan mengecek kondisinya," kata Yuriadi.

Peluncuran GrabAndong dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Arief Yahya pun mengapresiasi inisiatif Grab sebagai kelanjutan dari kemitraan dalam mendukung ‘Wonderful Indonesia’ guna mendorong peningkatan kualitas moda transportasi lokal ikonik yang dapat memberikan pengalaman baru dan unik serta menjadi daya tarik wisatawan. Indonesia merupakan negara yang kaya budaya dan keindahan alamnya dan ‘Wonderful Indonesia’ telah menjadi inisiatif berkelanjutan Kemenpar untuk mempromosikan destinasi wisata tersebut.

"Harapannya, dengan dukungan teknologi, semakin banyak wisatawan yang mengunjungi destinasi ini," kata Menpar.

Sri Sultan menambahkan, Yogyakarta tidak cuma menawarkan keindahan dari lokasinya, tapi keunikan moda transportasi sehingga membuat wisatawan semakin berkesan.

"Yogyakarta juga menawarkan andong sebagai salah satu transportasi utama yang memikat, sehingga wisatawan yang datang memiliki kenangan tersendiri saat ke kota ini," tandas Sultan. 


(Gading Persada /CN19/SM Network)