• KANAL BERITA

Konsep Gedung Hijau, Kurangi Beban Pedagang

Pembangunan Pasar Legi

Foto: suaramerdeka.com / Yoma Times Suryadi
Foto: suaramerdeka.com / Yoma Times Suryadi

SOLO, suaramerdeka.com – Konsep gedung hijau yang diusung dalam pembangunan kembali Pasar Legi Solo diharapkan bakal mengurangi beban pedagang dan pemkot Surakarta. Implementasi bangunan gedung hijau untuk meminimalisasi biaya pemeliharaan.

Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan implementasi bangunan gedung hijau diharapkan dalam operasional pemeliharaan bangunan tidak membebani pemda dan para pedagang dalam bentuk retribusi. Dikatakan, perencanaan pembangunan Pasar Legi memperhatikan persyaratan teknis bangunan gedung dan dilaksanakan sebagai tertib penyelenggaraan bangunan gedung negara.

Kalau sebelumnya pasar tradisional ini terdampak kebakaran, kata Iwan, fokus perhatian adalah dibangun kembali sesuai standar pasar. Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan dan standar nasional Indonesia (SNI) dari Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan proteksi kebakaran baik yang sifatnya aktif maupun pasif.

Iwan mengatakan perencanaan pembangunan Pasar Legi sedang disiapkan Pemkot Surakarta dan diharapkan pada Oktober tahun ini bisa selesai. Pihaknya berharap dapat dilakukan lelang dini usai Oktober sehingga pada bulan Januari 2020 pembangunan sudah dapat dimulai.

"Pembangunan dilakukan dalam satu tahun anggaran. Waktu pembangunan sekitar 10 hingga 12 bulan. Pembangunan harus secepatnya karena ditunggu para pedagang. Sebab fungsi pasar ini untuk meningkatkan perekonomian, makanya diprioritaskan pembangunannya," kata dia.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi menambahkan anggaran untuk pembangunan Pasar Legi Rp 150 miliar sepenuhnya dari Kementerian PUPR. Pasar akan dibangun dua lantai, seperti semula. Hanya saja, di bagian atas ada lahan parkir.


(Langgeng Widodo/CN26/SM Network)