• KANAL BERITA

Remuk di Pileg, PAN Ancang-ancang di Pilkada

POTONG TUMPENG: Ketua DPW PAN Jawa Tengah, Wahyu Kristianto menyerahkan potongan tumpeng pada mantan Ketua DPW PAN Jateng Munawar Sholeh di acara sarasehan 21 tahun PAN di MG Setos Hotel Kota Semarang. (suaramerdeka.com / Hanung Soekendro)
POTONG TUMPENG: Ketua DPW PAN Jawa Tengah, Wahyu Kristianto menyerahkan potongan tumpeng pada mantan Ketua DPW PAN Jateng Munawar Sholeh di acara sarasehan 21 tahun PAN di MG Setos Hotel Kota Semarang. (suaramerdeka.com / Hanung Soekendro)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Tengah gagal total di Pileg 2019. Jumlah kursi yang menurun di DPRD Kabupaten/Kota dan provinsi dan bahkan tak satupun kursi diperoleh untuk DPR RI dari Dapil Jateng. PAN pun melakukan evaluasi menyeluruh.

Sebagai gambaran, jumlah kursi PAN di DPRD Jawa Tengah pada Pileg 2014 memperoleh delapan kursi. Namun pada Pileg 2019, hanya memperoleh 6 kursi. Padahal jumlah total kursi di DPRD Jawa Tengah bertambah 20, dari 100 menjadi 120. Sementara di 35 DPRD kabupaten/kota PAN memperoleh 81 kursi.

Ketua DPW PAN Jawa Tengah, Wahyu Kristianto mengatakan apa saja yang menjadi kendala di lapangan pada Pileg lalu akan di bahas dan dievaluasi. Hal itu penting, apalagi PAN juga menyongsong Pilkada serentak di 21 kabupaten/kota di Jateng yang akan digelar 2020. “Akan dievaluasi. Seperti apa kondisinya. Yang jelas ada faktor internal dan eksternal,” kata Wahyu pada saat sarasehan 21 tahun PAN di MG Setos Hotel Kota Semarang, Jumat (23/8).

Menururt Wahyu, ada upaya eksternal yang ingin menghancurkan PAN. Meski ia tak menjelaskan secara detil apa yang dimaksud. “Tapi kita tidak boleh bersembunyi di balik itu. Tak bisa menyalahkan pihak lain. Justru ini harus menjadi evaluasi agar kedepannya lebih baik,” ujar mantan anggota DPRD Jawa Tengah ini.

Perihal Pilkada 2020, lanjutnya, PAN berkomunikasi dengan semua parpol dan bisa berkoalisi dengan siapa saja. Lantaran politik di daerah bersifat cair. Mantan Ketua DPW PAN Jateng Munawar Sholeh ikut berkomentar perihal PAN Jateng jadi sasaran lawan. Menurutnya itu wajar dalam pertarungan politik.

Bisa jadi karena pendiri PAN, Amien Rais, yang terlalu vokal dalam mengritisi pemerintah. “Parpol ibarat kapal. Kalau kena badai, itu ujian. Wajar saja. Maka harus bangkit dan dilakukan evaluasi. PAN ini sebagai organisasi kader, nah pertanyaannya, kaderisasi jalan tidak?” kata Munawar.

Sementara itu Ketua PW Muhammadiyah Jateng, Tafsir, mengatakan meski capaian PAN pada saat Pileg lalu tak bagus namun suka atau tidak suka PAN masih yang terbaik bagi Muhammadiyah. Capaian PAN yang kurang bagus juga akan ikut dirasakan oleh Muhammadiyah. “PAN sedih, Muhammadiyah juga sedih. Tapi tidak perlu kecil hati. Insyaallah kedepan berjaya lagi,” kata Tafsir.


(Hanung Soekendro/CN26/SM Network)