• KANAL BERITA

Penerapan SSA di Batang Masih Dievaluasi

Bupati Wihaji saat memberikan keterangan tentang penerapan SSA kepada wartawan, di sela-sela kegiatan karnaval sepeda hias kebhinekaan, di lapangan Dracik Kampus Batang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Bupati Wihaji saat memberikan keterangan tentang penerapan SSA kepada wartawan, di sela-sela kegiatan karnaval sepeda hias kebhinekaan, di lapangan Dracik Kampus Batang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG, suaramerdeka.com – Bupati Batang Wihaji menegaskan, kebijakanlalu lintas sistem satu arah (SSA) masih dalam uji coba. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menunggu masukan, baik berupa kritik maupun saran dari masyarakat. Namun kalau ternyata SSA banyak mudaratnya (tidak menguntungkan) daripada manfaatnya, akan dicabut.

Bupati menegaskan hal itu, menanggapi penolakan sejumlah warga terhadap kebijakan SSA yang dituangkan dalam spanduk dan dipasang di salah satu ruas jalan di kota Batang.

"Penetapan sistem satu arah atau SSAmasih dalam uji coba, jadi kita sangat welcome dengan kritik dan saran," kata Bupati Wihaji kepada wartawan di sela - selakegiatan karnaval sepeda hias kebhinekaan,di lapangan Dracik Kampus Batang, Jum'at(23/8).

Terkait adanya spanduk penolakan SSA,menurut Wihaji, tidak masalah. Karena hal itu bagian dari aspirasi masyarakat yang tentunya akan ditanggapi dan dievaluasi.

"Penerapan SSA sebagai solusi untuk menertibkan lalu lintas. Namun kalaupun itu dianggap menggangu aktivitas masyarakat dan dari hasil evaluasi serta kajian memang menggagu, kita akan cabut SSA," kata Wihaji.

Ia juga mengatakan bahwa pelaksanaan SSA(sejak Jum'at (9/8), sampai saat ini (Jum'at (23/8) masih bersifat uji coba, belum ditetapkan secara resmi.

“Kalau memang hasil dari evaluasi harus ada perbaikan, ayo kita akan perbaiki.

Pemkab sangat terbuka dengan kritik dan saran, karena sifatnya kita melayani masyarakat. Kalau kebijikan SSA justru menggangu masyarakat, akan kita kaji dan perbaiki lagi. Bahkan kalau ternyata lebih banyak mudaratnya (tidak menguntungkan) dibanding manfaatnya, akan kita cabut,” ujar Wihaji.

Ia juga mengatakan bahwa pelaksanaan SSA(sejak Jum'at (9/8), sampai saat ini (Jum'at (23/8) masih bersifat uji coba, belum ditetapkan secara resmi.

“Kalau memang hasil dari evaluasi harus ada perbaikan, ayo kita akan perbaiki.

Pemkab sangat terbuka dengan kritik dan saran, karena sifatnya kita melayani masyarakat. Kalau kebijikan SSA justru menggangu masyarakat, akan kita kaji dan perbaiki lagi. Bahkan kalau ternyata lebih banyak mudaratnya (tidak menguntungkan) dibanding manfaatnya, akan kita cabut,” ujar Wihaji.

Menurut Bupati, SSA akan menambah nilai estetika karena penataan perkotaan akan lebih mudah. Seperti penertiban dan penataan parkir di tepi jalan, penerapan jalur sepeda, penataan ruang pejalan kaki di atas trotoar.

“SSA di ruas jalan Brigjen Katamso, (dari arah BRI ke selatan), sudah kita cabut sejak tadi malam, agar warga sekitar bisa lebih leluasa beraktivitas,”sebut Wihaji.

Adapun ruas jalan di kota Batang yang terkena uji coba SSA, adalah Jalan Diponegoro, Jalan A. Yani (dari rumah dinas Bupati ke arah Utara seperti kondisi eksisting, ditambah ke arah selatan sampai simpang 4 bersinyal KH Ahmad Dahlan - A.Yani- KH Wahid Hasyim), dan ruas jalanKH Ahmad Dahlan ke arah timur sampai simpang tiga.


(Kasirin Umar/CN39/SM Network)