• KANAL BERITA

Sisa Nasi Bisa Dibuat Mikroorganisme 

Mahasiswa Undip Kenalkan Molan

DEMONSTRASIKAN : Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang mendemonstrasikan pembuatan mikroorganisme dari nasi sisa atau limbah rumah tangga yang sudah menjamur (Foto suaramerdeka.com/Agus Setiawan)
DEMONSTRASIKAN : Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang mendemonstrasikan pembuatan mikroorganisme dari nasi sisa atau limbah rumah tangga yang sudah menjamur (Foto suaramerdeka.com/Agus Setiawan)

KAJEN, suaramerdeka.com - Limbah rumah tangga berupa sisa nasi yang tidak termakan ternyata memiliki manfaat untuk dibuat mikroorganisme. Para mahasiswa Universitas Diponegoro yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bugangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan memperkenalkan manfaat limbah rumah tangga yang biasanya dibuang begitu saja agar memiliki nilai manfaat lebih.

Mereka (para mahasiswa Undip) melakukan praktik atau demonstrasi membuat mirkooganisme dengan memanfaatkan sisa nasi atau limbah rumah tangga. Mikroorganisme yang dihasilkan itu kemudian diberi nama Molan yang kepanjangan dari mikroorganisme lokal Bugangan.

Dalam beberapa sumber disebutkan salah satu manfaat mikrooganisme di bidang kesehatan, produk dari mikroorganisme yang paling banyak digunakan adalah antibiotik. Antibiotik merupakan hasil metabolit sekunder mikroorganisme. 

"Pembuatan Molan sangatlah sederhana, akan tetapi dapat menghasilkan sesuatu yang sangat istimewa. Pembuatan Molan ini hanya menggunakan limbah sampah rumah tangga berupa nasi yang berjamur, yang biasanya dibuang secara percuma, kini masyarakat bugangan belajar untuk menjadi sesuatu yang tidak berguna menjadi lebih berharga," kata salah satu mahasiswa Undip yang KKN di Desa Bugangan, Kecamatan Karanganyar," kata  Mahasiswa Agroekoteknologi 2016 Universitas Diponegoro, Iftitahur Rohmah.

Kegiatan ini, kata dia, dilaksankan di TPQ Mamba’ul Huda Desa Bugangan. Kegiatan ini diawali dengan adanya pemaparan materi dan pembagian leaflet, dilanjutkan dengan demonstrasi pembutan sampai praktik pembuatan secara langsung, serta mengadakan sesi diskusi dengan audiens, serta dihadiri oleh ibu-ibu pengajian dan ibu-ibu PKK berkisar sampai 30 orang.

"Sosialisasi dan pelatihan tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan dan mampu melatih ibu-ibu warga masyarakat Bugangan untuk memanfaatkan suatu barang ataupun bahan yang dapat menghasilkan sesuatu yang istimewa," ujarnya.


(Agus Setiawan/CN19/SM Network)