• KANAL BERITA

GTRA Bakal Selesasikan Perkara Pertanahan

SIAP BENTUK GTRA :  Wabup Sragen Dedy Endriyatno memimpin rapat pembentukan GTRA Daerah Sragen di Ruang Rapat Bupati. (suaramerdeka.com / Anindito AN)
SIAP BENTUK GTRA : Wabup Sragen Dedy Endriyatno memimpin rapat pembentukan GTRA Daerah Sragen di Ruang Rapat Bupati. (suaramerdeka.com / Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka.com -  Pemkab Sragen bakal membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Daerah untuk menyelesaikan persoalan pertanahan, lantaran permasalahan pertanahan tidak hanya menyangkut urusan parsial namun terkait dengan persoalan tanah di Sragen.

‘’Tim gugus tugas reforma agraria daerah itu akan dibentuk. Diharapkan tim beranggotakan pihak yang independen dan mengetahui persoalan tanah,’’ tutur Wabup Dedy Endriyatno saat rapat persiapan pembentukan GTRA Daerah Sragen, di Ruang Rapat Bupati Sragen, Kamis (22/8).

Pembentukan GTRA amanat dari Menpolhukam di Semarang, belum lama ini. Wabup Dedy Endriyatno kemudian menindaklanjuti recana pembentukan gugus tugas itu. Rapat dihadiri Dandim 0725 Letkol (Kav) Luluk Setyanto, Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, Asisten Sekda Suharto, Kepala BPN Agus Purnomo, Manajer PTPN IX Batujamus  Tri Septiono, Kasatpol PP Heru Martono, Ketua Forum Peduli Kebenaran dan Keadilan Sambirejo (FPKKS) Sunarji, Ketua LSM Formas Andang Basuki serta dari LBH YAPHI Solo.

Kapolres Yimmy Kurniawan menyatakan memiliki data tentang persoalan tanah di Sragen. Sedangkan Dandim Luluk Setyanto mengungkapkan persoalan tanah bisa dirunut dari pelaku sejarah. Dedy Endriyatno mengungkapkan, anggota GTRA nanti bisa dari kalangan akademisi dan pihak independen yang mengerti persoalan tanah.

Ketua FPKKS Sunarji berkeberatan kalau perwakilan warga Sambirejo yang menuntut sebagian tanah perkebunan karet PTPN IX Kepoh, Sambirejo, tidak dilibatkan dalam gugus tugas. Dia tetap menginginkan sebagian tanah PTPN IX di Afdeling Kepoh untuk digarap warga. ‘’Kalau ingin menyelesaikan masalah, mestinya warga yang mengetahui persoalannya ikut dilibatkan dalam gugus tugas,’’ kata Sunarji.

Sebaliknya Manajer PTPN IX Tri Septiono bersikukuh kalau tanah yang dimohon Sunarji merupakan HGU PTPN IX yang perpanjangannya sudah dimohon ke BPN Provinsi Jateng sejak 2006. Namun lantaran ada kendala teknis, proses permohonan perpanjangan HGU PTPN IX di Sambirejo, berlarut-larut.

Sementara Dedy Endriyatno menegaskan tugas GTRA bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan parsial antara warga Sambirejo dangan PTPN IX Batujamus.  Tugas tim menyelesaikan persoalan tanah  secara umum, tanah oro-oro atau OO di Kecamatan Miri dan Masaran dan permasalahan bagi-bagi tanah.


(Anindito AN/CN26/SM Network)